Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Jatim Fokus Bidik Penyaluran Kredit ke Segmen Industri Jawa Timur

Kompas.com, 31 Maret 2026, 10:00 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mengatakan penyaluran kredit masih akan berfokus pada industri bisnis yang ada di sekitar Jawa Timur.

Direktur Keuangan, Treasury, and Global Services Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto mengatakan, industri di Jawa Timur dinilai sangat resilien dibandingkan dengan industri yang ada di kawasan Jawa Barat dan Bekasi (Jababeka).

"Kita kan banyak industri seperti consumer goods, kemudian food and beverage dan sebagainya yang relatif lebih resilien dibandingkan dengan industri seperti elektronik, otomotif, dan lain-lain," kata dia dalam Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, penyaluran kredit ke sektor usaha di Jawa Timur juga masih akan menyasar segmen pertanian.

"Jawa Timur juga merupakan lumbung pangan nasional, sebagai lumbung pangan nasional, pertanian dan perternakan itu rata-rata menjadi penyuplai nasional baik di pertanian seperti padi dan di peternakan ayam, sapi, susu," terang dia.

Baca juga: Bank Jatim Bukukan Laba Bersih Rp 1,54 Triliun, Tumbuh 20,65 Persen

Dengan demikian, Wahyukusumo memproyeksikan penyaluran kredit ke industri yang ada Jawa Timur masih akan bertumbuh tahun ini.

Terkait dengan kondisi geopolitik, Bank Jatim mengaku dampak yang dirasakan tidak begitu signifikan terhadap aktivitas bisnis perbankan.

"Tidak sesignifikan beberapa bank yang ada berorientasi terhadap hubungan ekonomi dengan luar negeri, misalnya ekspor impor," ungkap dia.

Sebaliknya, Bank Jatim memiliki orientasi penyaluran kredit ke segmen konsumer dan kredit mikro.

"Memang nanti ada dampaknya juga ke segmen mikro dan kecil, tapi dengan penguatan yang sudah disampaikan, kondisi resiliensinya Jawa Timur," ungkap dia.

Baca juga: Bank Jatim (BJTM) Resmi Kendalikan Bank Lampung, Disetujui OJK

Wahyukusumo bilang, Bank Jatim memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan perbankan yang tidak bermain di sektor kecil dan mikro.

Sebagai informasi, Bank Jatim mencatat penyaluran kredit (bank only) senilai Rp 67,24 triliun sepanjang 2025.

Angka tersebut tumbuh konservatif 4,98 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama dibandingkan tahun lalu.

Kendati mencatat pertumbuhan single digit, Bank Jatim mampu meraup laba bersih senilai Rp 1,54 triliun sepanjang 2025. Angka ini naik 20,65 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Suntik Rp 100 M, Bank Jatim (BJTM) Jadi Pemegang Saham Pengendali Bank NTT

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau