Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UNDP: Konflik Timur Tengah Pangkas Ekonomi Arab hingga Rp 3.291 T

Kompas.com, 1 April 2026, 09:19 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sementara itu, Afrika Utara diperkirakan mengalami dampak yang lebih moderat, meskipun tetap signifikan dalam nilai absolut.

Levant jadi episentrum lonjakan kemiskinan

Wilayah Levant menjadi kawasan yang paling terdampak dari sisi sosial, terutama dalam hal peningkatan kemiskinan.

UNDP memperkirakan tingkat kemiskinan di wilayah tersebut akan meningkat sekitar 5 persen, dengan tambahan 2,85 juta hingga 3,30 juta orang jatuh miskin. Angka ini mencakup lebih dari 75 persen dari total peningkatan kemiskinan di seluruh kawasan Arab.

Ilustrasi kemiskinan, warga miskin, tuna wisma. FREEPIK/JCOMP Ilustrasi kemiskinan, warga miskin, tuna wisma.

Kondisi ini menunjukkan, dampak konflik tidak hanya bersifat makroekonomi, tetapi juga langsung memengaruhi kesejahteraan masyarakat, terutama di negara-negara dengan tingkat kerentanan yang tinggi.

Baca juga: OECD: Konflik Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, Inflasi 2026 Diprediksi Naik

Indeks pembangunan manusia turun

Selain indikator ekonomi, konflik juga berdampak pada penurunan kualitas pembangunan manusia.

UNDP memperkirakan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/HDI) di kawasan Arab akan turun sekitar 0,2 persen hingga 0,4 persen. Penurunan ini setara dengan kemunduran pembangunan selama sekitar setengah tahun hingga hampir satu tahun.

Penurunan HDI mencerminkan memburuknya berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pendapatan.

Simulasi dampak konflik di Timur Tengah dan jalur transmisi ekonomi

Dalam analisisnya, UNDP menggunakan pendekatan Computable General Equilibrium (CGE) untuk mengukur dampak konflik terhadap perekonomian kawasan.

Baca juga: Gejolak Timur Tengah: Minyak Brent dan WTI Menguat, Jalur Pelayaran Terancam

Model ini mengidentifikasi beberapa jalur utama transmisi dampak, antara lain peningkatan biaya perdagangan, penurunan produktivitas sementara, serta kerusakan modal di wilayah terdampak konflik.

UNDP juga menyusun lima skenario simulasi, mulai dari gangguan moderat hingga skenario ekstrem yang mencakup lonjakan biaya perdagangan hingga 100 kali lipat dan penghentian produksi hidrokarbon.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa bahkan konflik jangka pendek dapat memicu dampak ekonomi yang luas dan berkepanjangan, terutama di kawasan dengan kerentanan struktural tinggi.

Peringatan atas kerentanan struktural kawasan

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa dampak besar dari konflik tidak terlepas dari kerentanan struktural yang telah lama ada di kawasan Arab.

Ilustrasi kilang minyak.Unsplash/Raff Liu Ilustrasi kilang minyak.

Baca juga: Trump Buka Opsi Ambil Alih Minyak Iran, Ketegangan Timur Tengah Memanas

Ketergantungan pada sektor energi, khususnya hidrokarbon, serta keterbatasan diversifikasi ekonomi membuat kawasan ini lebih rentan terhadap guncangan eksternal, termasuk konflik geopolitik.

Selain itu, keterbatasan dalam sistem perdagangan dan logistik turut memperbesar dampak gangguan terhadap aktivitas ekonomi.

UNDP menilai bahwa kondisi ini memungkinkan konflik militer yang relatif singkat sekalipun dapat menghasilkan dampak sosial-ekonomi yang luas dan bertahan dalam jangka panjang.

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau