Penulis
Sementara itu, Afrika Utara diperkirakan mengalami dampak yang lebih moderat, meskipun tetap signifikan dalam nilai absolut.
Wilayah Levant menjadi kawasan yang paling terdampak dari sisi sosial, terutama dalam hal peningkatan kemiskinan.
UNDP memperkirakan tingkat kemiskinan di wilayah tersebut akan meningkat sekitar 5 persen, dengan tambahan 2,85 juta hingga 3,30 juta orang jatuh miskin. Angka ini mencakup lebih dari 75 persen dari total peningkatan kemiskinan di seluruh kawasan Arab.
Ilustrasi kemiskinan, warga miskin, tuna wisma. Kondisi ini menunjukkan, dampak konflik tidak hanya bersifat makroekonomi, tetapi juga langsung memengaruhi kesejahteraan masyarakat, terutama di negara-negara dengan tingkat kerentanan yang tinggi.
Baca juga: OECD: Konflik Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, Inflasi 2026 Diprediksi Naik
Selain indikator ekonomi, konflik juga berdampak pada penurunan kualitas pembangunan manusia.
UNDP memperkirakan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/HDI) di kawasan Arab akan turun sekitar 0,2 persen hingga 0,4 persen. Penurunan ini setara dengan kemunduran pembangunan selama sekitar setengah tahun hingga hampir satu tahun.
Penurunan HDI mencerminkan memburuknya berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pendapatan.
Dalam analisisnya, UNDP menggunakan pendekatan Computable General Equilibrium (CGE) untuk mengukur dampak konflik terhadap perekonomian kawasan.
Baca juga: Gejolak Timur Tengah: Minyak Brent dan WTI Menguat, Jalur Pelayaran Terancam
Model ini mengidentifikasi beberapa jalur utama transmisi dampak, antara lain peningkatan biaya perdagangan, penurunan produktivitas sementara, serta kerusakan modal di wilayah terdampak konflik.
UNDP juga menyusun lima skenario simulasi, mulai dari gangguan moderat hingga skenario ekstrem yang mencakup lonjakan biaya perdagangan hingga 100 kali lipat dan penghentian produksi hidrokarbon.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa bahkan konflik jangka pendek dapat memicu dampak ekonomi yang luas dan berkepanjangan, terutama di kawasan dengan kerentanan struktural tinggi.
Laporan tersebut juga menyoroti bahwa dampak besar dari konflik tidak terlepas dari kerentanan struktural yang telah lama ada di kawasan Arab.
Ilustrasi kilang minyak.Baca juga: Trump Buka Opsi Ambil Alih Minyak Iran, Ketegangan Timur Tengah Memanas
Ketergantungan pada sektor energi, khususnya hidrokarbon, serta keterbatasan diversifikasi ekonomi membuat kawasan ini lebih rentan terhadap guncangan eksternal, termasuk konflik geopolitik.
Selain itu, keterbatasan dalam sistem perdagangan dan logistik turut memperbesar dampak gangguan terhadap aktivitas ekonomi.
UNDP menilai bahwa kondisi ini memungkinkan konflik militer yang relatif singkat sekalipun dapat menghasilkan dampak sosial-ekonomi yang luas dan bertahan dalam jangka panjang.