Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bolehkah Air Radiator Ditambah Air Keran?

Kompas.com, 13 Maret 2026, 20:12 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Menambahkan air keran ke radiator mobil sebenarnya boleh dilakukan, tetapi hanya dalam kondisi darurat. Sistem pendingin mesin dirancang untuk menggunakan cairan khusus berupa coolant yang memiliki fungsi lebih lengkap dibandingkan air biasa. 

Dalam situasi tertentu, seperti ketika mobil kehabisan cairan radiator di tengah perjalanan dan tidak ada coolant yang tersedia, air keran dapat digunakan sementara. 

Langkah ini dilakukan agar mesin tetap memiliki pendingin dan terhindar dari risiko overheating yang dapat merusak komponen mesin.

Baca juga: Jangan Isi Air Wiper Pakai Air Keran

Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan air keran memiliki kandungan mineral seperti kalsium dan magnesium. Kandungan ini dapat meninggalkan endapan atau kerak di dalam radiator serta jalur pendingin mesin jika digunakan terus-menerus.

“Kerak yang terbentuk dari mineral tersebut dapat menghambat aliran cairan pendingin. Jika sirkulasi terganggu, proses pelepasan panas dari mesin menjadi tidak optimal sehingga suhu mesin berpotensi meningkat,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (13/3/2026).

Selain itu, air keran tidak memiliki zat anti karat. Akibatnya, komponen logam di dalam sistem pendingin seperti radiator, water jacket, dan pipa pendingin berisiko mengalami korosi dalam jangka panjang.

Baca juga: Cegah Overheating, Kapan Waktu Ideal Ganti Air Radiator Mobil?

Ilustrasi cairan pendingin mesinastraotoshop.com Ilustrasi cairan pendingin mesin

Berbeda dengan air biasa, coolant radiator diformulasikan dengan berbagai bahan tambahan. Cairan ini mengandung zat anti karat, anti busa, serta aditif yang membantu menjaga performa sistem pendingin.

Coolant juga memiliki kemampuan menahan suhu tinggi dan rendah dengan lebih baik. Hal ini membuat suhu mesin tetap stabil saat kendaraan digunakan dalam berbagai kondisi.

Jika terpaksa menggunakan air keran, langkah tersebut sebaiknya hanya bersifat sementara. Setelah itu, pemilik kendaraan disarankan segera menggantinya dengan coolant yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Baca juga: Periksa Air Radiator Sebelum Perjalanan Jauh, Cegah Mobil Overheat

“Alternatif yang sedikit lebih baik dibanding air keran adalah menggunakan air demineral atau air aki tutup botol biru. Air jenis ini memiliki kandungan mineral yang jauh lebih rendah sehingga risiko terbentuknya kerak lebih kecil,” ucap Imun.

Kesimpulannya, air keran boleh digunakan untuk kondisi darurat, tetapi tidak dianjurkan sebagai cairan radiator dalam jangka panjang. Penggunaan coolant tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga suhu mesin stabil sekaligus melindungi komponen sistem pendingin dari karat dan kerusakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau