Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Belum Ramai, Puncak Arus Balik Bus AKAP Diprediksi Minggu Depan

Kompas.com, 24 Maret 2026, 10:42 WIB
Dio Dananjaya,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Puncak arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Terminal Terpadu Pulo Gebang diprediksi mulai terjadi pada pekan depan.

Lonjakan penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) ini seiring dengan berakhirnya masa libur Lebaran serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang segera usai.

Komandan Regu Terminal Terpadu Pulo Gebang, Badman Harahap, menyampaikan bahwa kondisi arus balik saat ini masih tergolong landai.

Baca juga: Awas Terjebak Macet, Ini 3 Tanggal Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Arus balik mudik lebaran di ruas tol Purbaleunyi KM 125, Kota Cimahi, Jawa Barat pada Senin (23/3/2026) sore.KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN Arus balik mudik lebaran di ruas tol Purbaleunyi KM 125, Kota Cimahi, Jawa Barat pada Senin (23/3/2026) sore.

"Lonjakan arus balik kami prediksi mulai terjadi besok," ujar Badman, dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).

Tercatat, hanya 385 penumpang yang tiba dengan menggunakan 124 bus AKAP pada periode tersebut.

Angka ini menunjukkan bahwa gelombang besar arus balik belum sepenuhnya terjadi, meski diperkirakan akan meningkat dalam waktu dekat.

Baca juga: Veda Pratama Cetak Sejarah: Raih Podium Pertama Indonesia di Moto3

Kru sebuah bus AKAP menaikkan barang bawaan penumpang ke ruang bagasi di Terminal Bus Patria, Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (24/3/2025)Dok. Terminal Patria Kru sebuah bus AKAP menaikkan barang bawaan penumpang ke ruang bagasi di Terminal Bus Patria, Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (24/3/2025)

Badman menjelaskan, puncak arus balik diprediksi akan terjadi bersamaan dengan berakhirnya masa libur sekolah, yang biasanya menjadi momentum utama masyarakat kembali ke Jakarta dan sekitarnya.

"Kami pastikan akan memberikan layanan terbaik untuk arus mudik dan balik Lebaran tahun ini di Terminal Pulo Gebang," kata dia.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sebanyak 85 petugas gabungan dari unsur internal, TNI, dan Polri telah disiagakan di setiap sif.

Baca juga: Finis Ketiga di Moto3 Brasil, Veda Ega Pratama: Terima Kasih Indonesia

Sejumlah calon pemudik yang menunggu bus di terminal Kampung Rambutan, Rabu (18/3/2026).Febryan Kevin/Kompas.com Sejumlah calon pemudik yang menunggu bus di terminal Kampung Rambutan, Rabu (18/3/2026).

Langkah ini dilakukan guna menjaga keamanan serta memastikan kenyamanan para penumpang selama berada di area terminal.

Di sisi lain, data keberangkatan pada Hari H Lebaran menunjukkan angka yang cukup tinggi. Sebanyak 2.436 penumpang tercatat berangkat menggunakan 271 bus AKAP. Namun, pada pagi hari ini, jumlah keberangkatan mengalami penurunan signifikan.

"Pagi ini jumlah keberangkatan relatif rendah, yakni 59 penumpang dengan lima bus AKAP," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau