BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kabarnya tengah melakukan kajian pemanfaatan bus sekolah untuk dijadikan angkutan perintis pada Koridor 3 dan 4 di Kota Bogor.
Sejak diluncurkan pada 2019 hingga saat ini, operasional bus sekolah masih belum optimal di Kota Hujan tersebut. Pelajar di kota Bogor masih mengandalkan transportasi umum untuk berangkat dan pulang sekolah.
“Sedang kita kaji, apakah nanti pengelolaannya oleh Dinas Perhubungan atau oleh Perumda Transportasi Pakuan. Ini akan menjadi perintis untuk Koridor 3 dan 4,” kata Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dikutip dari keterangan resmi, Kamis (31/3/2026).
Baca juga: Mitos atau Fakta Ban Punya Masa Kedaluwarsa? Ini Kata Ahli
Saat ini, Pemkot Bogor melalui Dinas Perhubungan memiliki empat unit bus sekolah dan empat unit bus wisata Uncal.
Dedie menjelaskan, kondisi bus saat ini dalam keadaan baik dan laik untuk digunakan. Langkah tersebut diklaim menjadi terobosan di tengah pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 300 miliar.
“Tentu harus ada terobosan pemanfaatan untuk bus-bus yang selama ini belum optimal operasionalisasinya, terutama agar masyarakat yang belum terjangkau transportasi memadai bisa terlayani. Kita coba manfaatkan untuk Koridor 3 dan 4. Ini masih dalam kajian, karena kita lihat kondisi unitnya,” katanya.
Bus wisata Uncal Kota Bogor saat uji coba rute jelajah wisata pada Sabtu (7/1/2017). Sejumlah obyek wisata di pusat Kota Bogor disinggahi atau dilalui bus wisata ini.Baca juga: Jelang Harga BBM Naik, Pengendara Mulai Isi Full Tank
Setelah dilakukan pengecekan bus, pihaknya bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor dan BKAD akan menghitung langkah yang dapat diambil untuk memaksimalkan fungsi sarana transportasi umum.
“Karena pemotongan TKD Rp300 miliar tentu ada komponen pembiayaan yang hilang. Sudah tidak mungkin lagi kita pelihara dari TKD, sehingga harus kita pikirkan. Kalau didiamkan, justru akan rusak. Ini bukan merugikan, tapi justru bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang