Pendiri Xiaomi: Jangan Sebut Saya “Steve Jobs dari China”

Kompas.com, Diperbarui 01/04/2026, 06:52 WIB
Lely Maulida,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pendiri Xiaomi, Lei Jun kerap dijuluki sebagai Steve Jobs-nya China.

Julukan yang mengaitkan Jun dengan pendiri Apple tersebut dikarenakan banyak faktor, mulai dari gaya berpakaian, gaya kepemimpinan, visi hingga pendekatan produk Xiaomi.

Walau terdengar sebagai pujian, Jun yang memang mengagumi inovator sukses itu, justru merasa tak nyaman terus-menerus dikaitkan dengan Jobs.

Hal tersebut diungkapkan Lei Jun dalam sebuah posting panjang yang diunggah di blog resmi Xiaomi China pada Oktober tahun 2013.

Baca juga: Kekayaan Bos Xiaomi Lei Jun Menguap Rp 18 Triliun, Ini Penyebabnya

Dalam unggahan itu, Lei Jun menguraikan berbagai hal, termasuk kekecewaannya terkait cara media dan pengguna media sosial menggambarkan Xiaomi dan sosok di balik perusahaannya itu, hingga tanggapannya ketika dibandingkan terus dengan Steve Jobs.

Tak bisa berkata-kata

Jun mengaku bahwa Jobs merupakan inspirasi baginya, tetapi dia tak bisa berkomentar ketika dibandingkan dengan pencipta iPhone tersebut.

"Jobs adalah orang hebat. Dia melakukan hal-hal brilian, mengubah dunia, dan menjadi inspirasi besar bagi Xiaomi. Namun, membandingkannya dengan saya, tidak tepat sama sekali," kata pria yang kini berusia sekitar 56 tahun tersebut.

Jun juga menegaskan bahwa Xiaomi dan Apple merupakan dua perusahaan yang sangat berbeda. Karena itu, dia tak habis pikir ketika diwawancarai soal tanggapannya dijuluki Steve Jobs-nya China.

"Saya benar-benar tidak bisa berkata apa pun," ujar Jun.

Saat itu, tiga tahun setelah Xiaomi didirikan pada tahun 2010, Jun kerap menerima pertanyaan terkait "Bagaimana Xiaomi bisa lebih baik dari Apple atau Samsung?".

Pendiri Xiaomi, Lei JunXiaomi Pendiri Xiaomi, Lei Jun

Menurut Jun, dia saat itu tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut karena Xiaomi masih terlalu muda.

"Xiaomi baru beroperasi selama tiga tahun, bagaimana mungkin saya membandingkannya dengan raksasa global seperti Apple atau Samsung," jelas Lei Jun.

Baca juga: Pidato Ulang Tahun, Pendiri Xiaomi Sebut Nama Karyawati Pabrik di Batam

Soroti media barat

Dalam unggahan itu, Jun juga curhat tentang cara media khususnya media China yang menggambarkan Xiaomi sebagai "baofahu", yaitu sebutan untuk warga kelas bawah yang mendadak kaya raya.

Menurut Lei Jun, penggunaan istilah itu mengandung bias, sehingga bisa membuat orang salah tafsir.

Contohnya ketika outlet media Wall Street Journal menganggap Xiaomi sebagai "shanzhai" alias perusahaan produk tiruan. Namun ketika media tersebut melakukan wawancara langsung dan mengulik perkembangan bisnis Xiaomi, mereka tak lagi menggunakan istilah tersebut.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau