Siap-siap, HP Murah China Bakal Tinggal Kenangan

Kompas.com, Diperbarui 26/03/2026, 08:43 WIB
Marsha Bremanda,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Era keemasan smartphone murah buatan China dengan iming-iming "spesifikasi tinggi, harga murah" kini sedang berada di ujung tanduk.

Selama lebih dari satu dekade mendominasi pasar global, model bisnis yang mengandalkan margin tipis ini mulai goyah dihantam tekanan besar.

Faktor pemicu utamanya adalah lonjakan harga chip memori imbas booming kecerdasan buatan (AI) di seluruh dunia. Kondisi ini kemudian diperparah oleh ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasok semikonduktor global.

Jika tren ini terus berlanjut, analis memprediksi industri smartphone akan memasuki fase baru yang suram. Ponsel murah tak lagi ramah kantong, dan pelan-pelan akan semakin langka ditemukan di pasaran.

Tanda-tanda krisis ini sebenarnya sudah terlihat saat ajang Mobile World Congress (MWC) digelar di Barcelona awal Maret lalu.

Sejumlah vendor memamerkan perangkat terbaru, tetapi mereka tampak kebingungan mematok harga final. Padahal dalam kondisi normal, harga ritel sudah dikunci jauh hari sebelum produk diumumkan.

Xiaomi, misalnya, nekat mengumumkan ponsel seri terbarunya seharga 999 euro (sekitar Rp 19,5 juta) di atas panggung.

Namun, para analis meyakini harga tersebut sangat mungkin direvisi saat produk benar-benar mendarat di toko. Situasi ini terjadi murni karena biaya komponen utama, yakni chip memori, sedang bergejolak sangat liar.

Baca juga: Harga PC dan Smartphone Makin Mahal, Tertinggi dalam 26 Tahun

Korban "booming" AI

Akar masalah dari krisis ini bermula dari meledaknya permintaan chip memori untuk menunjang pusat data AI.

Server AI membutuhkan jenis memori berkecepatan tinggi yang disebut high-bandwidth memory (HBM), yang umumnya dipasangkan dengan unit pengolah grafis (GPU) andalan seperti buatan Nvidia.

Merespons tingginya permintaan ini, produsen memori raksasa, seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology langsung memutar haluan. M

ereka mengalihkan sebagian besar kapasitas produksinya dari memori konvensional (untuk ponsel dan PC) menjadi memori khusus server AI yang lebih menguntungkan.

Imbasnya fatal, pasokan memori untuk perangkat konsumen seperti smartphone dan laptop menjadi sangat langka.

Lembaga riset TrendForce mencatat, harga DRAM (memori utama/RAM) meroket hingga 90-95 persen hanya dalam satu kuartal. Sementara harga NAND flash (memori penyimpanan internal) melonjak 55-60 persen di periode yang sama.

Baca juga: Ikuti Oppo dan OnePlus, Harga HP Vivo dan iQoo Juga Naik

Situasi makin mencekam bagi pabrikan kecil, karena laporan industri menyebut harga DRAM kini bisa berubah dalam hitungan jam.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau