OpenAI Raih Pendanaan Rp 2.000 Triliun, Valuasi Kini Tembus Rp 14.000 Triliun

Kompas.com, 1 April 2026, 07:01 WIB
Bill Clinten,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

Sumber OpenAI

KOMPAS.com – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) pembuat chatbot ChatGPT, OpenAI mengumumkan telah merampungkan putaran pendanaan terbaru, dengan mengumpulkan dana senilai 122 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.000 triliun, kurs 1 dollar AS = Rp 16.950).

Suntikan dana segar ini membuat valuasi perusahaan melonjak ke sekitar 852 miliar dollar AS atau setara lebih dari Rp 14.000 triliun. Pada Februari lalu, valuasi OpenAI berada di angka 730 miliar dollar AS atau sekitar Rp 12.300 triliun.

Pendanaan ini disebut menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri teknologi, sekaligus menandai langkah OpenAI menuju potensi penawaran saham perdana (IPO), meski belum ada jadwal resmi terkait rencana tersebut.

Nah, putaran pendanaan ini dipimpin oleh sejumlah mitra strategis global, termasuk Amazon yang dikabarkan berkomitmen hingga 50 miliar dollar AS, serta Nvidia dan SoftBank yang masing-masing berkontribusi sekitar 30 miliar dollar AS.

Baca juga: Elon Musk Diam-diam Pernah Hasut Zuckerberg untuk Beli OpenAI

Beberapa pihak lainnya yang berkontribusi dalam pendanaan ini meliputi Altimeter, Appaloosa Management, ARK Invest, Sequoia Capital, Thrive Capital, hingga sejumlah investor individual melalui berbagai kanal perbankan.

Pembangunan infrastruktur

Dalam keterangan resminya, OpenAI menyebut sebagian besar dana ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur pusat data (data center) dan kapasitas komputasi dalam skala besar.

CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menyebut kebutuhan investasi infrastruktur AI bisa menembus lebih dari 1 triliun dollar AS (Rp 16.949 triliun).

Namun, target tersebut kini disesuaikan menjadi sekitar 600 miliar dollar AS (sekitar Rp 10.169 triliun) hingga 2030 mendatang. Dana segar di atas bisa membantu mencapai target ini.

Selain itu, dana ini juga akan dialokasikan untuk melatih model AI generasi baru dengan kemampuan lebih canggih, sekaligus mengembangkan produk terpadu berupa “AI superapp” yang menggabungkan berbagai layanan dalam satu platform.

OpenAI juga akan memanfaatkan pendanaan ini untuk memperluas bisnis enterprise serta meningkatkan efisiensi layanan seiring dengan peningkatan skala penggunaan AI.

Baca juga: OpenAI Tutup Sora, AI Pembuat Video yang Sempat Viral

Segmen enterprise sendiri kini disebut telah menyumbang lebih dari 40 persen pendapatan dan diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

Terkait pendapatan, OpenAI mengklaim pihaknya kini mencatat pendapatan sekitar 2 miliar dollar AS per bulan.

Angka ini melonjak tajam dibanding 2024 yang masih berada di kisaran 1 miliar dollar AS per tiga bulan alias per kuartal.

Perusahaan juga mengeklaim pertumbuhan pendapatannya empat kali lebih cepat dibanding raksasa teknologi seperti Alphabet dan Meta pada fase awal pertumbuhan mereka.

Pertumbuhan pengguna OpenAI

Menyoal pertumbuhan, saat ini layanan OpenAI disebut menunjukkan pertumbuhan pesat dari sisi pengguna.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau