Elon Musk Diam-diam Pernah Hasut Zuckerberg untuk Beli OpenAI

Kompas.com, 31 Maret 2026, 07:14 WIB
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Penulis

KOMPAS.com - Dua bos teknologi, Mark Zuckerberg dan Elon Musk kerap tampak tak akur selama ini. Bahkan, beberapa tahun lalu, mereka hampir naik ring untuk duel.

Namuh, belakangan, sebuah dokumen menunjukkan bahwa hubungan keduanya tampaknya sudah cair. Sebab, Elon Musk diam-diam pernah menghasut Zuckerberg untuk membeli OpenAI.

Hal ini terungkap dari sebuah dokumen pengadilan yang diajukan 27 Maret lalu. Dokumen itu menyebut bahwa awal tahun 2025, Musk pernah mengajak Zuck untuk membeli OpenAI.

Bermula dari sebuah pesan teks dari Zuck yang tertulis dikirim pada 3 Februari 2025. Intinya, Bos Meta itu memberikan dukungan terhadap kerja Musk saat memimpin Departemen Efisiensi (Department of Government Efficiency) alias DOGE.

Baca juga: Elon Musk Ramal AI Bakal Lampaui Kecerdasan Manusia 3 Tahun Lagi

Kalau itu, jabatan Musk di DOGE sejatinya mulai goyah hingga akhirnya ia dilaporkan mundur pada Mei 2025.

"Sepertinya DOGE bikin kemajuan," tulis Zuck kepada Musk.

"Saya memerintahkan tim saya untuk mencermati dan menindak tegas konten yang melakukan doxxing atau mengancam timmu (di DOGE)," imbuh Zuck.

Pesan manis itu kemudian direspons dengan tanda hati untuk menunjukkan bahwa Musk menyukai pesan dari Zuck.

Namun, pembahasan soal DOGE itu kemudian berbelok. Musk langsung bertanya ke Zuckerberg "apakah kamu terbuka buat menawar OpenAI denganku dan pihak lainnya?"

Zuck pun membalas dengan jawaban ingin mendiskusikannya langsung. Oleh karena itu, Musk berjanji untuk menghubunginya keesokan harinya.

Dokumen lain soal kasus yang sama, juga pernah mengungkap upaya serupa. Musk dilaporkan pernah mengundang Zuck untuk bergabung membeli aset OpenAI. Namun, Zuck disebut tidak pernah menandatangani penawaran itu, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Times of India.

Berdasarkan dokumen tertulis yang diajukan OpenAI ke pengadilan, pada 21 Agustus 2025, Musk mengidentifikasikan Zuck sebagai pihak yang ia ajak berkomunikasi terkait Letter of Intent (LOI) atau surat pernyataan keseriusan terkait "potensi pembiayaan atau investasi" di OpenAI. Namun, lagi-lagi dokumen itu juga tidak ditandatangani Zuckerberg atau pihak Meta.

Baca juga: Elon Musk Divonis Bohongi Investor Twitter, Denda Fantastis Menanti

Perkara Elon Musk dan OpenAI

CEO OpenAI Sam Altman (kiri) dan Pemilik X/Twitter Elon Musk (kanan).Getty Images via Vanity Fair CEO OpenAI Sam Altman (kiri) dan Pemilik X/Twitter Elon Musk (kanan).

Beberapa tahun terakhir, Musk memang berperkara dengan OpenAI, perusahaan yang pernah melibatkannya di awal perintisan.

Tahun 2024 misalnya. Musk menggugat co-founder OpenAI, yakni Sam Altman dan Greg Brockman, serta entitas afiliasinya karena dianggap berkhianat.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau