Penulis
Musk menuduh OpenAI melanggar perjanjian kontrak awal dengannya, di mana misi awal stratup ini adalah menjadi organisasi non-profit yang mengembangkan kecerdasan buatan demi kepentingan umat manusia, bukan keuntungan materiel.
Elon Musk menilai OpenAI sekarang fokus pada komersialisasi penelitian jenis kecerdasan buatan tipe Artificial General Intelligence (AGI), setelah bermitra dengan Microsoft.
Dalam gugatan tahun 2024, disebutkan bahwa Elon Musk merupakan kontributor terbesar OpenAI selama bertahun-tahun.
Berdasarkan tuntutan hukumnya yang diajukan di pengadilan di San Francisco pada Kamis (29/2/2024) malam, Musk menyebut dirinya menyumbangkan lebih dari 44 juta dollar AS kepada OpenAI antara tahun 2016 dan September 2020.
Baca juga: Pabrik Terafab Milik Elon Musk Bikin Chip untuk Bumi dan Luar Angkasa
Musk sendiri mengundurkan diri dari OpenAI tahun 2018. Ketika itu, Musk ditawari saham OpenAI, tetapi menolak menerimanya karena alasan prinsip.
Kemudian, Januari 2026 lalu, Elon Musk juga menuntut ganti rugi kepada OpenAI dan Microsoft. Nilai ganti rugi yang diajukan berkisar 79 miliar dollar AS (sekitar RP 1.338 triliun) hingga 134 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.270 triliun).
Tuntutan ini diajukan karena Musk mengeklaim bahwa OpenAI menipu dirinya lantaran meninggalkan prinsip nirlaba dan menjalin kemitraan dengan Microsoft.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang