MALANG, KOMPAS.com - Tingkat okupansi hotel di Kota Malang ditargetkan bisa tembus 85 persen pada momen libur Lebaran Idul Fitri yang berbarengan dengan Hari Raya Nyepi pada 2026.
Optimisme tersebut muncul seiring potensi meningkatnya pergerakan wisatawan selama libur panjang, terutama karena sebagian pelancong diperkirakan mengalihkan tujuan wisata dari Bali ke sejumlah daerah lain di Jawa Timur, termasuk Malang Raya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan, pihaknya telah mendorong pelaku perhotelan untuk menyiapkan berbagai strategi guna menarik minat wisatawan.
Baca juga: Polresta Malang Kota Larang Sound Horeg dan Petasan Saat Malam Takbiran
“Kalau kami sudah memberikan masukan, mereka sesuaikan dengan gaya hotel masing-masing."
"Kami dorong untuk memberikan diskon atau potongan harga, yang terpenting pelayanan kepada para pelanggan,” ujar Agoes di Malang, Jumat (20/3/2026).
Ia menjelaskan, setelah periode Ramadhan yang diisi dengan berbagai paket berbuka puasa (iftar), industri perhotelan kini kembali fokus meningkatkan tingkat hunian kamar menjelang libur panjang.
Menurut Agoes, momentum libur Lebaran yang berdekatan dengan Nyepi menjadi peluang besar untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Malang Raya.
Baca juga: Jelang Idul Fitri, Kapolresta Malang Kota Ingatkan Warga Amankan Rumah Sebelum Mudik
“Di momen libur Lebaran karena berbarengan dengan Nyepi, kami meyakini bahwa wisatawan yang akan berlibur ke Bali akan beralih ke kota lain."
"Nah, Malang Raya ini salah satu destinasi favorit Jawa Timur, maka kami yakini tingkat kunjungan wisata akan meningkat,” kata dia.
Meski demikian, Agoes mengingatkan pelaku usaha perhotelan untuk tetap memperhatikan faktor lain yang dapat memengaruhi tingkat hunian, salah satunya jarak waktu dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang belum terlalu lama berlalu.
Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang Jawa Timur pada Desember 2025. “Target kami sebanyak-banyaknya di angka 85 persen tingkat okupansinya. Namun, kami juga tidak boleh lupa dengan jarak antara libur Nataru yang masih berdekatan."
"Tapi kita maksimalkan di momen Idul Fitri dan Nyepi, semoga bisa tembus target bahkan lebih,” ucap dia.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Agoes, diperlukan sinergi antara pelaku usaha dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang.
Ia menilai, penyelenggaraan berbagai kegiatan yang menarik serta terjaganya kondisi kota yang aman dan nyaman akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat kunjungan wisatawan.
Baca juga: Senyum Warga Malang Ikut Mudik Gratis, Hemat Uang Ratusan Ribu Rupiah
“Kondusivitas menjadi kunci, kami sudah koordinasikan dengan Forkopimda untuk turut menjaga kondusifitas Kota Malang tetap aman dan nyaman,” tutur dia.
PHRI berharap, kolaborasi seluruh pihak dapat memastikan momen libur Idul Fitri dan Nyepi berjalan lancar sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, khususnya industri perhotelan di Kota Malang.
“Kami harap kita semua bisa bersinergi untuk menyukseskan momen libur Lebaran dan Nyepi di Kota Malang dengan aman, nyaman, dan damai,” kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang