Penyebab KRL green line padat penumpang juga dikarenakan interval atau jarak antar keberangkatan lebih lama dibandingkan KRL lintas Bogor (red line).
Jarak waktu antar KRL lintas Bogor berkisar 5-10 menit pada pagi hari, serta 30-60 menit pada siang hari.
Sementara itu, KRL lintas Rangkasbitung berangkat setiap 10-30 menit sekali pada pagi hari, serta setiap 30-60 menit pada siang hari, dengan total 206 perjalanan setiap hari.
Karina mengungkapkan bahwa layanan KRL green line merupakan salah satu lintas dengan mobilitas tinggi yang menghubungkan wilayah Banten, Bogor, Tangerang, hingga Jakarta.
Terdapat pusat aktivitas ekonomi, permukiman dan perkantoran di sepanjang rute ini.
"KAI Commuter juga terus melakukan evaluasi pola operasi dengan optimalisasi waktu tunggu (headway) antara 10–15 menit pada waktu sibuk pagi maupun sore," pungkas dia.
Baca juga: Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Jadi Pemberhentian KRL Tanah Abang-Rangkasbitung
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang