Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bawa Power Bank di Pesawat Diperketat, Hong Kong Terapkan Aturan Baru

Kompas.com, 31 Maret 2026, 13:49 WIB
Devi Ramadhany,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejumlah penumpang di Hong Kong mengaku terkejut dengan adanya aturan baru terkait pembatasan jumlah power bank di bandara.

Dilansir dari Bangkok Post (31/3/2026), otoritas bandara Hong Kong kini menerapkan kebijakan baru yang membatasi jumlah power bank yang dapat dibawa penumpang dalam penerbangan.

Baca juga: 10 Bandara Paling Nyaman untuk Belanja 2026, Ini Daftarnya

Aturan tersebut mengacu pada ketentuan keselamatan penerbangan terkait baterai lithium yang berpotensi menimbulkan risiko kebakaran. 

Mengutip peraturan baru dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Otoritas Bandara mengatakan bahwa badan penerbangan global tersebut telah memperkenalkan persyaratan untuk mengatasi risiko keselamatan penerbangan yang muncul akibat penggunaan power bank baterai lithium.

Baca juga: Filipina Siapkan Skenario Setop Penerbangan Akibat Kelangkaan BBM

Dalam aturan baru ini, penumpang hanya diperbolehkan membawa maksimal dua power bank dengan kapasitas tertentu.

Sejumlah penumpang mengaku tidak mengetahui aturan baru tersebut sebelum tiba di bandara.

Akibatnya, beberapa dari mereka terpaksa meninggalkan atau membuang power bank yang melebihi batas yang ditentukan.

Baca juga: Penerbangan Batam ke Jeddah Dipastikan Normal di Tengah Konflik Iran Vs AS-Israel

Hal ini mengakibatkan kebingungan bagi para penumpang, terutama bagi wisatawan yang membawa lebih dari satu perangkat elektronik selama perjalanan.

Pihak otoritas bandara menyatakan bahwa aturan ini diterapkan demi meningkatkan keselamatan penerbangan.

Baterai lithium, termasuk power bank, diketahui memiliki potensi bahaya jika tidak ditangani dengan benar selama penerbangan.

Baca juga: Biaya Visa Jepang Naik Per 1 April 2026, Ini Detail Harganya

Maskapai penerbangan utama Hong Kong, Cathay Pacific Airways, mengatakan langkah-langkah tersebut akan berlaku segera dan diterapkan pada semua penerbangannya, sementara anak perusahaan berbiaya rendahnya, HK Express, mengatakan akan menegakkan persyaratan tersebut secara ketat.

Hong Kong Airlines juga mengumumkan bahwa peraturan baru tersebut akan berlaku segera.

"Semua power bank harus dibawa di bagasi kabin saja dan dilarang keras di bagasi terdaftar," demikian bunyi pernyataan Hong Kong Airlines.

Baca juga: Oi! Hong Kong, Ruang Seni Gratis di Bekas Yacht Club Bersejarah

Ditambahkan pula bahwa mengisi daya power bank atau menggunakannya untuk mengisi daya perangkat elektronik juga dilarang selama penerbangan.

Tindakan keras terbaru ini menyusul larangan yang dikeluarkan Departemen Penerbangan Sipil pada bulan April lalu terhadap penumpang keempat maskapai penerbangan lokal yang menggunakan power bank di dalam pesawat, mengisi dayanya, atau menyimpannya di kompartemen atas. 

Dengan adanya kebijakan ini, penumpang diimbau untuk memeriksa kembali ketentuan barang bawaan sebelum bepergian, khususnya terkait perangkat elektronik seperti power bank agar tidak mengalami kendala saat di bandara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Rekor Baru Kereta Cepat, Penumpang Whoosh Tembus 311.000 Saat Lebaran
Rekor Baru Kereta Cepat, Penumpang Whoosh Tembus 311.000 Saat Lebaran
Travel News
Tempat Menginap Hidden Gem di Kebumen, Pas untuk Liburan Keluarga
Tempat Menginap Hidden Gem di Kebumen, Pas untuk Liburan Keluarga
Travelpedia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau