KOMPAS.com - Gerbong-gerbong kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek lintas Rangkasbitung-Tanah Abang sering kali terlihat padat penumpang, terutama pada jam-jam sibuk pagi maupun sore hari.
Meski demikian, KRL Jabodetabek lintas Rangkasbitung-Tanah Abang maupun sebaliknya, bukanlah rute KRL dengan penumpang terbanyak.
Berdasarkan data KAI Commuter terbaru Maret 2026, jumlah penumpang di rute ini hanya setengah dari rute Jakarta Kota-Bogor dan sebaliknya.
Sepanjang 1-29 Maret 2026, KRL lintas Bogor (red line) masih menempati posisi pertama dengan penumpang terbanyak dengan jumlah penumpang mencapai 11,9 juta.
Selanjutnya, ada Cikarang Line dengan jumlah penumpang sebanyak 6,69 juta penumpang pada periode yang sama, disusul dengan Rangkasbitung Line sebanyak 6,29 juta penumpang
Baca juga: Cara ke Pasar Baru Naik KRL dari Arah Rangkasbitung-Serpong
Meski jumlah penumpangnya hanya sekitar setengah dari KRL Bogor, rute Rangkasbitung-Tanah Abang atau yang dikenal sebagai green line tergolong padat penumpang.
Kondisi ini disebabkan beberapa hal. Mulai dari jumlah gerbong kereta sampai interval (headway) kereta.
Hingga saat ini, KRL green line dilayani rangkaian kereta dengan berjumlah 10 gerbong, sementara KRL rute Bogor aktif memakai rangkaian kereta 12 gerbong.
Jumlah gerbong kereta yang lebih sedikit, membuat KRL green line tampak lebih padat selama jam sibuk (rush hour).
Baca juga: Rute KRL Jakarta akan Diperpanjang sampai Cikampek dan Sukabumi pada 2026
Kondisi ini tengah menjadi sorotan PT KAI. Pada akhir Februari lalu, KAI Commuter telah menguji coba rangkaian KRL 12 gerbong di jalur Rangkasbitung-Tanah Abang.
"Saat ini kami masih dalam tahap uji coba untuk memastikan prasarana pendukung dapat mengakomodir untuk pengoperasian Commuterline dengan stanformasi 12 (gerbong) di jalur green line," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dilaporkan Kompas.com, Senin (2/3/2026).
Karina membenarkan bahwa uji coba KRL 12 gerbong untuk mengakomodasi tingginya pertumbuhan penumpang di rute green line.
KRL dengan 12 gerbong diproyeksikan mampu mengangkut 20 persen penumpang lebih banyak jika dibandingkan dengan rangkaian 10 gerbong.
Baca juga: Rangkasbitung-Tanah Abang, KRL Green Line Angkut 77 Juta Penumpang
Uji coba akan dilanjutkan dengan menguji beban pada rangkaian KRL 12 gerbong. Namun, belum dipastikan kapan rangkaian KRL 12 gerbong ini bisa beroperasi di rute green line.
"Jika berdasarkan evaluasi masih belum memungkinkan maka tentunya KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan juga akan terus melakukan penguatan infrastruktur," ujar dia.