Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tim Beregu Putra Perancis Tak Sabar Lakoni Piala Thomas, PBSI Siaga 1

Kompas.com, 28 Maret 2026, 15:10 WIB
Indra Citra Sena,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lonjakan prestasi Perancis di jagat bulu tangkis menghadirkan teror buat negara lain, termasuk Indonesia yang tergabung segrup di Piala Thomas 2026.

Piala Thomas telah melaksanakan drawing beberapa waktu lalu dan Indonesia dipastikan masuk Grup D bersama Thailand, Perancis, dan Aljazair.

Turnamen beregu putra sarat gengsi dan tradisi yang pelaksanaannya berbarengan dengan Piala Uber (beregu putri) ini bakal berlangsung di Horsens, Denmark.

Indonesia menyandang status unggulan kedua di Piala Thomas, namun perkembangan terkini justru memunculkan kekhawatiran di benak pencinta bulu tangkis Tanah Air.

Baca juga: Update Ranking Dunia BWF, Rival Seangkatan Alwi Farhan Merangkak Naik

Atlet-atlet andalan Indonesia mengalami penurunan prestasi, terlebih di rangkaian Tur Eropa yang di dalamnya ada All England.

Target membawa pulang minimal satu gelar meleset. All England hanya sampai semifinal di ganda putra dan Swiss Open sebatas finalis tunggal putra plus tunggal putri.

Berbanding terbalik dengan Perancis yang rutin menempatkan wakilnya di podium BWF World Tour, bahkan menciptakan duel senegara di final.

Modal Kejuaraan Beregu Eropa 2026

Momentum Kejuaraan Beregu Eropa 2026 menghadirkan optimisme yang meluap-luap. Untuk pertama kalinya tim putra Perancis merengkuh juara dan mematahkan dominasi Denmark.

Baca juga: Bekal Berharga Alwi Farhan dari Tur Eropa, 2 Kali Tekuk Pemain Top 10

"Kami pernah mencapai perempat final pada 2018, tetapi untuk pertama kalinya kami berhasil menjadi juara Eropa," kata tunggal putra Toma Junior Popov kepada BWF TV. 

"Hasil itu memberi kami keyakinan bahwa kami mampu bersaing dengan Denmark, sekaligus menumbuhkan harapan yang lebih tinggi," jelasnya.

Mengetahui hasil drawing menempatkan Perancis di Grup D bareng Thailand dan Indonesia, Toma Junior Popov mengaku tak gentar.

"Tidak ada undian yang bagus, tidak ada undian yang buruk. Setiap pertandingan harus dihadapi secara profesional dengan mentalitas yang kuat." 

Baca juga: Finalis Swiss Open 2026, Alwi Farhan dan Putri KW Kantongi Rp 161 Juta

"Saya menilai kami memiliki tim yang cukup solid untuk bersaing dengan para pemain terbaik," ujar kakak kandung Christo Popov tersebut.

Berbagi Beban di Turnamen Beregu

Sementara itu, tunggal putra Perancis lain, Alex Lanier, menilai tekanan di ajang beregu berbeda dibandingkan turnamen individu. 

Setiap pemain tidak hanya bertanding untuk diri sendiri, melainkan juga membawa nama tim. Sebuah tantangan tersendiri. 

Halaman:

Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau