KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan imbauan penghematan energi di sekolah.
Hal ini dilakukan terkait arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan penghematan energi seiring meningkatnya eskalasi perang antara di Timur Tengah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan, penghematan energi di sekolah bisa dilakukan melalui penghematan listrik, penggunaan air, dan berupaya membangun kehidupan yang lebih sehat.
Baca juga: 617.225 Pendaftar SNBP 2026 Tidak Lolos Hari Ini
"Bagaimana penggunaan listrik, penggunaan air, dan juga membangun budaya yang lebih sehat," kata Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Pembangunan gaya hidup sehat yang dimaksud Mu'ti adalah dengan kembali membiasakan ke sekolah dengan berjalan kaki atau bersepeda.
"Jadi misalnya kita himbau kalau yang rumahnya dekat dari sekolah kalau memang kira-kira aman dan nyaman saya kira tidak ada salahnya jalan kaki misalnya kan, atau kembali kepada kebiasaan bersepeda," ujarnya.
Menurut Mu'ti, kebiasaan naik sepeda sebenarnya sudah mulai menjamur sejak masa Covid-19 dan kebiasaan tersebut juga sangat bagus untuk kesehatan.
Oleh karena itu, Mu'ti menilai, tidak ada salahnya kebiasaan itu kembali dihidupkan kembali.
"Selama masa Covid itu kan anak-anak terbiasa bersepeda kenapa kebiasaan itu kita juga lanjutkan lagi? Itu kan sehat dan juga bisa himat energi dan bersih lingkungan," ungkapnya.
Baca juga: Siswa Masuk Sekolah Usai Liburan, Mendikdasmen: Tetap Tatap Muka
ilustrasi siswa Sekolah Dasar (SD). Jadwal masuk sekolah dan libur lebaran 2026.Selain itu, Mu'ti juga menekankan pentingnya penggunaan transportasi umum yang aman dan nyaman bagi warga sekolah dan masyarakat.
Menurut Mu'ti, transportasi yang aman dan nyaman akan menarik perhatian warga sekolah dan masyarakat umum.
"Menurut saya ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah di mana pun untuk memperbaiki sarana transportasi umum," ungkapnya.
"Sehingga anak-anak kita ini bisa berangkat ke sekolah dengan menggunakan transportasi umum itu kan lebih himat energi, juga bisa mengurangi polusi," pungkas Mu'ti.
Sebelumnya, Menko PMK Pratikno, pada Selasa juga menuturkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
Dengan demikian, dari koordinasi lintas kementerian diputuskan bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap berjalan untuk memastikan kualitas pendidikan tidak menurun.
Baca juga: TKA SD SMP 2026: Jadwal Lengkap dan Jam Per Sesi
"Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” kata Pratikno dari keterangan resminya, sebagaimana dilansir Kompas.com.
Pratikno membenarkan bahwa sempat juga ada opsi untuk melakukan pembelajaran hybrid, yakni gabungan luring dan daring. Namun, kembali menjaga kualitas pendidikan menjadi yang terpenting.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang