Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia optimistis mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menjadi 16 juta hingga 17,6 juta pada 2026. Target tersebut dipatok setelah proyeksi 15 juta kunjungan pada 2025 dinilai tercapai.
Selain jumlah kunjungan, pemerintah juga membidik devisa pariwisata hingga Rp 24,7 miliar serta kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,5–4,7 persen.
Dalam Rapat Koordinasi Kepariwisataan di Jakarta pada Senin (12/1/2026), pemerintah menyepakati penguatan infrastruktur dan konektivitas. Upaya ini mencakup peningkatan konektivitas antarbandara, penyederhanaan kebijakan visa kunjungan, serta program promosi terpadu antara pusat dan daerah.
Baca juga: Pesawat Penumpang Iran Kena Serangan AS-Israel, Hancur Berkeping-keping
Di titik inilah peran maskapai internasional, termasuk Singapore Airlines (SIA) menjadi krusial, terutama dalam memastikan konektivitas global yang stabil dan kompetitif.
Di kawasan Asia Tenggara, posisi Singapura sebagai hub global memberikan keuntungan tersendiri bagi arus wisatawan menuju Indonesia. Singapore Airlines dianggap mampu memainkan peran penting sebagai penghubung antara pasar Eropa, Amerika Serikat, dan Asia Pasifik dengan destinasi di Tanah Air.
Sejalan dengan target peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, Singapore Airlines melihat peluang untuk berkolaborasi dengan mitra pariwisata Indonesia.
Melalui upaya kolaborasi tersebut, Singapore Airlines mendukung kegiatan familiarisation trip (famtrip) yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Tujuannya adalah mengajak pelaku industri pariwisata mancanegara untuk mendapatkan pengalaman secara langsung merasakan destinasi wisata di Indonesia.
Public Relations Manager Indonesia Singapore Airlines, Kleopas Danang Bintoroyakti, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Indonesia merupakan bagian dari strategi pertumbuhan inbound.
“Kami bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Wonderful Indonesia melalui kegiatan familiarisation trip bersama serta berbagai aktivitas promosi untuk memperlihatkan Indonesia sebagai destinasi unggulan,” kata Kleopas saat dihubungi Kompas.com melalui pesan teks, Rabu (25/2/2026).
Prospek pertumbuhan penumpang inbound dalam tiga tahun ke depan, lanjutnya, diperkirakan akan tetap positif, dengan permintaan signifikan dari Eropa, Amerika Serikat, dan Asia Pasifik.
Yang menarik, permintaan tersebut tidak lagi terpusat di Jakarta dan Bali, melainkan juga mengarah ke kota-kota sekunder seperti Medan, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Lombok, Labuan Bajo, dan Manado. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pemerataan destinasi.
Singapore Ailines meningkatkan frekuensi penerbangan, salah satunya untuk mendukung target 17,6 juta wisman ke Indonesia.Secara operasional, kontribusi SIA terhadap konektivitas Indonesia terlihat dari intensitas penerbangan.
Saat ini, SIA mengoperasikan sembilan penerbangan per hari antara Jakarta dan Singapura menggunakan Boeing 777 dan Airbus A350, dengan frekuensi yang telah kembali ke level pra-pandemi sejak Mei 2025.