Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jembatani Wisman ke Indonesia, Singapore Airlines Akselerasi Target 17,6 Juta Kunjungan ke RI

Kompas.com, 8 Maret 2026, 13:22 WIB
Inas Rifqia Lainufar

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia optimistis mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menjadi 16 juta hingga 17,6 juta pada 2026. Target tersebut dipatok setelah proyeksi 15 juta kunjungan pada 2025 dinilai tercapai.

Selain jumlah kunjungan, pemerintah juga membidik devisa pariwisata hingga Rp 24,7 miliar serta kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,5–4,7 persen.

Dalam Rapat Koordinasi Kepariwisataan di Jakarta pada Senin (12/1/2026), pemerintah menyepakati penguatan infrastruktur dan konektivitas. Upaya ini mencakup peningkatan konektivitas antarbandara, penyederhanaan kebijakan visa kunjungan, serta program promosi terpadu antara pusat dan daerah.

Baca juga: Pesawat Penumpang Iran Kena Serangan AS-Israel, Hancur Berkeping-keping

Di titik inilah peran maskapai internasional, termasuk Singapore Airlines (SIA) menjadi krusial, terutama dalam memastikan konektivitas global yang stabil dan kompetitif.

Di kawasan Asia Tenggara, posisi Singapura sebagai hub global memberikan keuntungan tersendiri bagi arus wisatawan menuju Indonesia. Singapore Airlines dianggap mampu memainkan peran penting sebagai penghubung antara pasar Eropa, Amerika Serikat, dan Asia Pasifik dengan destinasi di Tanah Air.

Strategi dan upaya kolaborasi Singapore Airlines

Sejalan dengan target peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, Singapore Airlines melihat peluang untuk berkolaborasi dengan mitra pariwisata Indonesia.

Melalui upaya kolaborasi tersebut, Singapore Airlines mendukung kegiatan familiarisation trip (famtrip) yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Tujuannya adalah mengajak pelaku industri pariwisata mancanegara untuk mendapatkan pengalaman secara langsung merasakan destinasi wisata di Indonesia.

Public Relations Manager Indonesia Singapore Airlines, Kleopas Danang Bintoroyakti, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Indonesia merupakan bagian dari strategi pertumbuhan inbound.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Wonderful Indonesia melalui kegiatan familiarisation trip bersama serta berbagai aktivitas promosi untuk memperlihatkan Indonesia sebagai destinasi unggulan,” kata Kleopas saat dihubungi Kompas.com melalui pesan teks, Rabu (25/2/2026).

Prospek pertumbuhan penumpang inbound dalam tiga tahun ke depan, lanjutnya, diperkirakan akan tetap positif, dengan permintaan signifikan dari Eropa, Amerika Serikat, dan Asia Pasifik.

Yang menarik, permintaan tersebut tidak lagi terpusat di Jakarta dan Bali, melainkan juga mengarah ke kota-kota sekunder seperti Medan, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Lombok, Labuan Bajo, dan Manado. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pemerataan destinasi.

Peningkatan frekuensi penerbangan

Singapore Ailines meningkatkan frekuensi penerbangan, salah satunya untuk mendukung target 17,6 juta wisman ke Indonesia.WIKIMEDIA COMMONS/DAMIEN AIELLO Singapore Ailines meningkatkan frekuensi penerbangan, salah satunya untuk mendukung target 17,6 juta wisman ke Indonesia.

Secara operasional, kontribusi SIA terhadap konektivitas Indonesia terlihat dari intensitas penerbangan.

Saat ini, SIA mengoperasikan sembilan penerbangan per hari antara Jakarta dan Singapura menggunakan Boeing 777 dan Airbus A350, dengan frekuensi yang telah kembali ke level pra-pandemi sejak Mei 2025.

Halaman:

Terkini Lainnya
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Global
Geopolitik Global Kini: Menutup Luka Perang, Membuka Jalan Damai
Geopolitik Global Kini: Menutup Luka Perang, Membuka Jalan Damai
Global
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
Baru Lolos Piala Dunia, Negara Ini Langsung Libur Nasional, Pesta Saat Hujan
Baru Lolos Piala Dunia, Negara Ini Langsung Libur Nasional, Pesta Saat Hujan
Global
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Internasional
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Internasional
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Jembatani Wisman ke Indonesia, Singapore Airlines Akselerasi Target 17,6 Juta Kunjungan ke RI
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat