Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baru Lolos Piala Dunia, Negara Ini Langsung Libur Nasional, Pesta Saat Hujan

Kompas.com, 1 April 2026, 13:41 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

KINSHASA, KOMPAS.com - Kegembiraan meluap di Ibu Kota Kinshasa saat Republik Demokratik (RD) Kongo memastikan tiket ke Piala Dunia untuk kali pertama dalam 52 tahun.

Ribuan suporter turun ke jalan meski hujan deras mengguyur ibu kota, menari dan merayakan hingga larut malam.

Euforia itu muncul setelah kemenangan dramatis 1-0 atas Jamaika dalam laga play-off antarbenua yang berlangsung di Meksiko, Selasa (31/3/2026) waktu setempat.

Baca juga: Bisakah Iran Mundur dari Piala Dunia, Apa yang Akan Terjadi?

Bek Axel Tuanzebe yang merumput di Liga Primer Inggris bersama Burnley menjadi penentu kemenangan, gol semata wayang yang tercipta setelah perpanjangan waktu.

Hasil tersebut memastikan negara Afrika tengah itu kembali tampil di putaran final Piala Dunia, setelah kali terakhir tampil pada 1974.

Saat itu, tim tampil dengan nama Zaire dan harus mengakui keunggulan Skotlandia, Yugoslavia, dan Brasil.

Pada edisi terbaru, RD Kongo tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan.

Libur nasional dan pesta di tengah hujan

Kemenangan ini langsung disambut meriah oleh warga Kinshasa yang memenuhi jalanan kota.

"Kami memberikan yang terbaik, di sini di tengah hujan!" teriak seorang suporter bernama Beni Ile sambil mengenakan bendera negaranya yang basah kuyup.

"Kami tidak akan bekerja hari Rabu! Itu akan menjadi hari libur nasional. Kami akan merayakan dan berpesta sepanjang malam," lanjutnya, dikutip dari AFP.

"Kami sudah menunggu 50 tahun untuk ini. Kami akan tetap di luar sampai subuh," ujar dia.

Suasana riuh juga terasa di berbagai sudut kota berpenduduk sekitar 17 juta jiwa tersebut.

Peluit akhir pertandingan di Guadalajara disambut dengan dentingan panci, suara klakson, serta peluit yang bersahut-sahutan.

Suporter Republik Demokratik Kongo di Kinshasa pada Rabu (1/4/2026) berhujan-hujan merayakan kelolosan tim nasional ke Piala Dunia 2026, untuk kali pertama dalam 52 tahun. RD Kongo lolos usai menyingkirkan Jamaika di fase play-off yang digelar di Kota Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Selasa (31/3/2026).AFP/GLODY MURHABAZI Suporter Republik Demokratik Kongo di Kinshasa pada Rabu (1/4/2026) berhujan-hujan merayakan kelolosan tim nasional ke Piala Dunia 2026, untuk kali pertama dalam 52 tahun. RD Kongo lolos usai menyingkirkan Jamaika di fase play-off yang digelar di Kota Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Selasa (31/3/2026).
Keberhasilan ini menutup perjalanan kualifikasi yang penuh drama bagi tim berjuluk Macan Tutul (The Leopards) itu.

Tim tersebut sebelumnya sukses menyingkirkan dua kekuatan besar Afrika, Nigeria dan Kamerun, sebelum melaju ke babak play-off.

Halaman:

Terkini Lainnya
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Global
Geopolitik Global Kini: Menutup Luka Perang, Membuka Jalan Damai
Geopolitik Global Kini: Menutup Luka Perang, Membuka Jalan Damai
Global
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
Baru Lolos Piala Dunia, Negara Ini Langsung Libur Nasional, Pesta Saat Hujan
Baru Lolos Piala Dunia, Negara Ini Langsung Libur Nasional, Pesta Saat Hujan
Global
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Internasional
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Internasional
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Baru Lolos Piala Dunia, Negara Ini Langsung Libur Nasional, Pesta Saat Hujan
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat