Penulis
KINSHASA, KOMPAS.com - Kegembiraan meluap di Ibu Kota Kinshasa saat Republik Demokratik (RD) Kongo memastikan tiket ke Piala Dunia untuk kali pertama dalam 52 tahun.
Ribuan suporter turun ke jalan meski hujan deras mengguyur ibu kota, menari dan merayakan hingga larut malam.
Euforia itu muncul setelah kemenangan dramatis 1-0 atas Jamaika dalam laga play-off antarbenua yang berlangsung di Meksiko, Selasa (31/3/2026) waktu setempat.
Baca juga: Bisakah Iran Mundur dari Piala Dunia, Apa yang Akan Terjadi?
Bek Axel Tuanzebe yang merumput di Liga Primer Inggris bersama Burnley menjadi penentu kemenangan, gol semata wayang yang tercipta setelah perpanjangan waktu.
Hasil tersebut memastikan negara Afrika tengah itu kembali tampil di putaran final Piala Dunia, setelah kali terakhir tampil pada 1974.
Saat itu, tim tampil dengan nama Zaire dan harus mengakui keunggulan Skotlandia, Yugoslavia, dan Brasil.
Pada edisi terbaru, RD Kongo tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan.
Kemenangan ini langsung disambut meriah oleh warga Kinshasa yang memenuhi jalanan kota.
"Kami memberikan yang terbaik, di sini di tengah hujan!" teriak seorang suporter bernama Beni Ile sambil mengenakan bendera negaranya yang basah kuyup.
"Kami tidak akan bekerja hari Rabu! Itu akan menjadi hari libur nasional. Kami akan merayakan dan berpesta sepanjang malam," lanjutnya, dikutip dari AFP.
"Kami sudah menunggu 50 tahun untuk ini. Kami akan tetap di luar sampai subuh," ujar dia.
Suasana riuh juga terasa di berbagai sudut kota berpenduduk sekitar 17 juta jiwa tersebut.
Peluit akhir pertandingan di Guadalajara disambut dengan dentingan panci, suara klakson, serta peluit yang bersahut-sahutan.
Suporter Republik Demokratik Kongo di Kinshasa pada Rabu (1/4/2026) berhujan-hujan merayakan kelolosan tim nasional ke Piala Dunia 2026, untuk kali pertama dalam 52 tahun. RD Kongo lolos usai menyingkirkan Jamaika di fase play-off yang digelar di Kota Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Selasa (31/3/2026).Tim tersebut sebelumnya sukses menyingkirkan dua kekuatan besar Afrika, Nigeria dan Kamerun, sebelum melaju ke babak play-off.