Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cegah Mampet, Hindari Membuang 10 Hal Ini ke Dalam Kloset

Mereka beranggapan benda tersebut dapat terurai dengan alami. Padahal, membuang sesuatu ke dalam kloset duduk dapat membuat saluran pembuangan menjadi bermasalah atau mampet. 

Lantas, benda apa saja yang tidak boleh dibuang ke dalam kloset? Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (4/3/2022), berikut 10 hal yang tidak boleh dibuang ke dalam kloset. 

Disadur dari The Pink Plumber, tisu toilet dibuat untuk larut dalam air dan tidak meninggalkan jejak. Sementara itu, tisu dapur dan tisu lainnya tidak dibuat dengan cara tersebut sehingga berisiko tersangkut di dalam saluran air.

Meski demikian, dikutip dari Better Homes & Gardens, tidak disarankan membuang tisu toilet ke kloset duduk karena bisa menyebabkan saluran mampet.

Kapas

Kapas bukat atau kapas penyeka lainnya memang cukup kecil untuk dibuang ke kloset, tapi ini tidak larut dalam air dan cenderung menumpuk di saluran.

Hubbard Plumbing di New York, Amerika Serikat (AS) menjelaskan, kapas dapat mengakibatkan penyumbatan, bahkan membuat pipa bengkok atau patah.

Pembalut

Beberapa pembalut mengklaim aman bagi kloset dan saluran pembuangan. Klaim tersebut membuat beberapa orang membuangnya ke dalam kloset duduk.

Namun, pembalut menyerap air dan mengembang, yang akhirnya menyebabkan kloset mampet.

Membuang obat ke dalam kloset duduk dapat membuat bahan kimianya masuk ke pasokan air setelah keluar dari fasilitas pengolahan air limbah.

Bahan kimia ini dapat mempengaruhi kualitas air sungai, kolam, danau, serta satwa liar dan tanaman yang meminum atau menyerao air tersebut.

Ditambah lagi, membuang obat ke dalam kloset duduk dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam septic tank (tangki septik) dan membuatnya rusak.

Minyak kelapa

Hindari membuang minyak kelapa ke wastafel dan kloset duduk karena minyak dapat mengeras saat dingin dan membuat kloset tersumbat. Karena itu, sebaiknya membuang minyak kelapa di tempat sampah.

Benang gigi

Jika suka membersihkan gigi pakai benang gigi, jangan membuangnya ke dalam kloset duduk. Tali kecil ini dapat menggumpal di dalam pipa dan membuat saluran kloset mampet. 

Sama dengan benang gigi, membuang rambut ke dalam kloset bisa membuatnya menggumbal dan menempel di dalam pipa, yang akhirnya membuat saluran air tersumbat.

Perban

Beberapa perban terbuat dari plastik yang mudah terurai (biodegradable). Artinya, perban yang dibuang ke dalam kloset duduk dapat mencemari sistem air.

Perekatnya pun dapat menempel ke benda lain sehingga saluran kloset akan tersumbat seiring berjalannya waktu.

Puntung rokok

Bagi sebagian orang, merokok di kamar mandi dapat melepaskan penat. Namun, hindari membuang puntung rokok ke tempat sampah.

Puntung rokok adalah barang limbah yang dapat memasukkan bahan kimia berbahaya ke dalam sistem air dan membahayakan satwa liar.

Kotoran kucing

Kotoran kucing berbeda dengan manusia. Para ahli di Green’s Pumbling menjelaskan, kotoran kucing dapat memasukkan parasit yang berpotensi berbahaya ke dalam pasokan air serta menyumbat pipa.

https://www.kompas.com/homey/read/2022/03/04/113500176/cegah-mampet-hindari-membuang-10-hal-ini-ke-dalam-kloset

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com