Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Feng Shui Larang Pintu Kamar Mandi Menghadap Kamar Tidur dan Dapur, Kenapa?

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada berbagai macam faktor yang memengaruhi tata letak setiap ruangan di dalam rumah, salah satunya kemudahan akses untuk menjangkaunya.

Salah satu ruangan yang sering digunakan adalah kamar mandi, baik di kalangan anggota keluarga maupun tamu yang berkunjung.

Tata letak kamar mandi yang tepat memudahkan orang-orang untuk mengaksesnya, begitu pula dengan letak pintu kamar mandi.

Jika dinding kamar mandi terlihat dari arah kamar tidur, tetapi pintu masuknya berada di sisi lain, hal ini membuatmu harus melangkah lebih jauh dan cukup memakan waktu.

Tentunya, kondisi tersebut menyulitkan orang-orang yang terbangun pada tengah malam karena harus segera membuang kotoran.

Akan tetapi, jika dilihat dari ilmu feng shui, ternyata pintu kamar mandi tidak boleh menghadap ke kamar tidur dan dapur.

Sebab, ujar konsultan sekaligus penulis buku feng shui di Indonesia, Mas Dian, kamar mandi merupakan pusat sha qi, yakni energi negatif yang juga disebut energi pembunuh.

“Istilah ini memang tidak terlalu berlebihan karena kondisi kamar mandi sangat mendukung sebagai pusat berkembangnya virus penyakit,” tuturnya, dikutip dari buku Feng Shui dan Interior Rumah Tinggal (2014), karya Mas Dian dan Ivon Xue yang diterbitkan Elex Media Komputindo, Sabtu (13/8/2022).

Mas Dian melanjutkan, hal ini karena kamar mandi merupakan tempat untuk membuang kotoran padat dan cair manusia. Mereka berbau dan dapat menjadi sumber penyakit.


 Lalu, ada saluran pembuangan yang dapat mengeluarkan bau tidak sedap, sehingga udara terasa kotor. Lantas, apakah ini yang membuat pintu kamar mandi sebaiknya tidak menghadap kamar tidur dan dapur?

Feng shui pintu kamar mandi

Dalam bukunya, Mas Dian menjelaskan, pintu kamar mandi paling pantang berhadaan dengan pintu kamar tidur dan dapur. Sebab, mereka dapat menimbulkan penyakit dan merusak hawa rezeki keluarga.

“Pintu saling berhadapan secara otomatis akan mendorong dan memudahkan virus, atau udara kotor, dari kamar mandi menuju ruangan yang berada di hadapannya,” kata dia.

Lebih lanjut, situasi seperti ini juga merupakan komposisi buruk dalam feng shui. Untuk mengatasinya, geser letak salah satu pintu ruangan.

“Atau tambahkan penyekat besar dari interior di depan kamar mandi sebagai penghalang,” ucap Mas Dian.

Desain kamar mandi berdasarkan feng shui

Terkait desain kamar mandi secara keseluruhan, penerapan feng shui yang tepat dapat membantu anggota keluarga menghindari dampak buruk yang tidak diinginkan.

Untuk kondisi ruangan, misalnya, kamar mandi harus memiliki ventilasi guna menghadirkan sirkulasi udara yang dapat mencegah ruangan selalu lembap, yang bisa memengaruhi kesehatan atau keberuntungan hidup penghuninya.

“Udara dalam ruangan menjadi lembap karena sering basah oleh air, yang menyebabkan virus cepat berkembang,” papar Mas Dian.

Ventilasi dan jendela pun harus mengarah ke ruang terbuka atau taman. Jadi, udara segar dan sinar matahari bisa bersirkulasi dengan baik di dalam kamar mandi sekaligus membuang sha qi.


“Kamar mandi yang kotor, gelap, dan lembap misalnya tanpa jendela, bisa membuat keberuntungan penghuni menjadi jelek karena sering dilanda sakit,” pungkasnya.

 

Buku "Feng Shui dan Interior Rumah Tinggal", karya Mas Dian dan Ivon Xue yang diterbitkan Elex Media Komputindo, bisa dibeli di Gramedia.com.

https://www.kompas.com/homey/read/2022/08/13/140200276/feng-shui-larang-pintu-kamar-mandi-menghadap-kamar-tidur-dan-dapur-kenapa

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com