Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

9 Bahan Pembersih yang Tidak Boleh Dicampur, Bahaya

Dengan produk pembersih ini, dapat menggosok serta menghilangkan kotoran dengan mudah. 

Namun, ada beberapa noda atau kotoran membandel yang sulit dibersihkan atau dihilangkan sehingga membuat kita berpikir untuk mencampurkan beberapa produk pembersih agar meningkatkan daya pembersihkan serta menghilangkan noda lebih maksimal.

Akan tetapi, tidak semua bahan pembersih dapat dicampur karena mencampurnya dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan dan merusak permukaan yang dibersihkan.

Maka itu, penting mengetahui produk pembersih apa saja yang tidak boleh dicampur demi keamanan. 

Nah, dilansir dari Good Housekeeping, Selasa (10/12/2024), berikut sejumlah bahan pembersih yang tidak boleh dicampur.

Namun, keduanya tidak boleh dicampur karena dapat menimbulkan risiko buruk bagi kesehatan.

Carolyn Forté, Direktur Eksekutif Good Housekeeping Institute Home Care & Cleaning Lab--laboratorium uji coba produk rumah tangga di Manhattan, Amerika Serikat (AS)--mengatakan  mencampur pemutih dan cuka dapat menghasilkan gas klorin, bahkan pada kadar rendah, dapat menyebabkan batuk, masalah pernapasan, dan mata perih serta berair. 

Pemutih dan amonia

Selanjutnya, bahan pembersih yang tidak boleh dicampur adalah pemutih dan amonia. Mencampur pemutih dan amonia dapat menghasilkan gas beracun yang disebut kloramina, yang dapat membahayakan kesehatan.

"Gas ini menyebabkan gejala yang sama, seperti pemutih dan cuka— disertai sesak napas dan nyeri dada," ucap Forté.

Biasanya, produk pembersih kaca mengandung amonia sehingga jangan mencampurkannya dengan pemutih.

Pemutih dan alkohol gosok

Meski pemutih dan alkohol gosok adalah dua produk yang ampuh membersihkan, mencampur keduanya dapat menghasilkan kloroform yang berbahaya apabila terhirup.

Senyawa tersebut sangat mudah menguap dan menyebabkan batuk, masalah pernapasan, serta iritasi mata. 

Pembersih kamar mandi dan pemutih

Pembersih kamar mandi dan pemutih juga menjadi produk pembersih yang tidak boleh dicampur.

Banyak pembersih kamar mandi dan kloset mengandung asam yang dapat menghasilkan gas klorin jika dicampur dengan pemutih. Hal ini dapat menyebabkan masalah pernapasan serta mengiritasi mata dan hidung.

Namun, hindari mencapur lemon dengan pemutih karena bersifat asam, yang dapat menghasilkan gas klorin yang beracun. 

Pembersih oven dan pemutih

Pembersih oven cukup kuat untuk digunakan sendiri sehingga tidak perlu mencampur dengan produk lainnya, seperti pemutih.

Mencampur pembersih oven dan pemutih dapat menghasilkan gas klorin yang menyebabkan batuk, masalah pernapasan, serta iritasi mata.

Hidrogen peroksida dan cuka

Meski dapat digunakan secara bersamaan saat membersihkan meja dapur dengan menyemprotkan masing-masing produk secara bergantian, lalu membilas permukaannya, hidrogen peroksida dan cuka tidak boleh dicampur dalam wadah yang sama.

Mencampur dua bahan ini akan menghasilkan asam perasetat, yang berpotensi beracun dan dapat mengiritasi kulit, mata, serta sistem pernapasan. 

Jadi, baking soda dan cuka menjadi bahan pembersih yang tidak boleh dicampur karena hanya meniadakan efek satu sama lain secara kimiawi.

Gelembung yang dihasilkan mungkin cukup membantu mengangkat sebagian kerak atau membuat saluran pembuangan bergerak cepat, tetapi campuran itu sendiri tidak akan benar-benar membersihkan kotoran apa pun. 

Cuka dan sabun castile

Terakhir, bahan pembersih yang tidak boleh dicampur adalah cuka dan sabun castile. Kombinasi  ini tidak menimbulkan bahaya, tapi tidak menghasilkan pembersih yang lebih efektif.

Sebaliknya, cuka merusak kestabilan sabun, mengubahnya menjadi campuran kental dan berminyak yang sulit digunakan.

https://www.kompas.com/homey/read/2024/12/10/092200176/9-bahan-pembersih-yang-tidak-boleh-dicampur-bahaya

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com