Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

8 Barang di Rumah yang Sebaiknya Tidak Dicat Menurut Ahli, Kenapa?

Selain dinding, ada beberapa benda dan permukaan di rumah yang juga dapat dicat serta mempercantik tampilannya, seperti lemari, meja, serta kursi. 

Namun, penting juga mengetahui ada beberapa hal di rumah yang sebaiknya tidak dicat. Dengan mengetahui hal ini, dapat menghemat banyak waktu dan uang serta menghindari kamu dari masalah pada kemudian hari.

Nah, dikutip dari Martha Stewart, Rabu (5/11/2025), para ahli membagikan beberapa barang di rumah yang sebaiknya tidak dicat. 

Bak mandi

Mengganti bak mandi itu mahal, terutama jika hanya untuk tujuan estetika. Meski mungkin tergoda mengecatnya, hal itu merupakan kesalahan besar.

"Cat pada akhirnya akan mulai mengelupas karena air dan kamu akan mendapati diri berenang di antara partikel-partikel cat," kata Anaïs Chaumien, desainer interior dan pemilik Design by Anaïs. 

"Karena keran air sering digunakan dan seberapa sering terkena air, disarankan tidak pernah mengecatnya," ucap Gary McCoy, Manajer toko di Lowe's.

Cat tidak hanya akan cepat terkelupas, tetapi dengan keran dapur, partikel cat dapat masuk ke air dan piring, yang dapat menimbulkan bahaya keselamatan sekaligus masalah kosmetik.

Ubin dan backsplash ubin

Meski beberapa cat cocok untuk ubin, banyak yang tidak. Karena itu, Chaumien dan McCoy memperingatkan tidak mengecat ubin atau backsplash ubin.

"Karena tidak terbuat dari bahan perekat cat, backsplash ubin merupakan bahan yang sulit dicat," ujar McCoy.

Paparan panas dan air akan menyebabkan cat cepat terkelupas jika tidak dirancang untuk mengecat ubin. 

McCoy menyarankan tidak mengecat peralatan rumah tangga karena biasanya tidak terbuat dari bahan perekat cat, yang berarti cat tidak akan menempel pada permukaan.

Lantai kayu keras

Salah satu cara tercepat merusak lantai kayu keras secara permanen adalah mengecatnya. "Jika kamu cukup beruntung memiliki lantai kayu keras, pastikan menonjolkannya," kata Chaumien.

Pilihlah pewarna yang menonjolkan keindahan alaminya atau lapisi dengan sesuatu yang tidak akan merusaknya, seperti karpet besar. 

Menurut McCoy, cat tradisional mengandung bahan kimia yang dapat beracun atau membuat kamu sakit jika termakan atau meminumnya, jadi jangan pernah mencoba mengecat piring serta gelas.

Selain itu, piring dan peralatan masak sering kali terpapar panas dan tekanan air yang tinggi, yang pasti akan menyebabkan cat terkelupas.

Perangkat keras

Jika ingin mengubah tampilan kenop, pegangan, dan engsel, gantilah alih-alih mengecatnya.

"Bahan untuk barang-barang ini tidak berpori, artinya tidak akan menyerap cat dengan baik dan mudah terkelupas," kata McCoy.

Ada banyak pilihan perangkat keras yang terjangkau dan indah yang dapat kamu ganti dengan yang sudah ada. 

Memang benar ada ahli yang terlatih untuk mengecat kulit dan material lain yang digunakan untuk pelapis furnitur dengan benar, tetapi bagi kamu yang belum berpengalaman, sebaiknya jangan mencobanya.

"Pengecatan yang tidak tepat pada material ini dapat merusaknya dan sering kali mengakibatkan perubahan permanen pada furnitur," imbuh McCoy.

Jika kamu benar-benar ingin mengecat furnitur, ia menyarankan berkonsultasi dengan profesional berpengalaman.

https://www.kompas.com/homey/read/2025/11/05/131535776/8-barang-di-rumah-yang-sebaiknya-tidak-dicat-menurut-ahli-kenapa

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com