Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Cara Ampuh Cegah Bau Apek Lemari, Pakaian Langsung Segar

KOMPAS.com – Lemari pakaian yang tercium bau lembap dan apek setiap kali dibuka bisa menjadi tanda adanya kelembapan yang terperangkap di dalamnya. 

Kondisi ini kerap terjadi karena lemari merupakan ruang tertutup, jarang terpapar sinar matahari, dan minimnya ventilasi pada lemari sehingga kelembapan dan jamur mudah menumpuk dalam waktu singkat. 

Jika dibiarkan, bau tak sedap ini bukan hanya mengganggu, tetapi juga dapat merusak serat pakaian dan memicu pertumbuhan jamur. 

Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mencegah masalah ini.

Dilansir dari laman Southern Living pada Selasa (30/12/2025) berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar lemari tetap kering dan segar.

Tambahkan baking soda

Baking soda sudah terbukti ampuh dalam membersihkan kulkas dan perabot rumah tangga. Cara yang sama bisa kamu coba untuk menghilangkan bau lembab dan apek pada lemari pakaian.

Cukup letakkan baking soda pada wadah kecil yang terbuka dan letakkan wadah tersebut di dalam lemari.

Cara ini memungkinkan zat yang ada pada baking soda menyerap kelembapan dan bau apek di lemari.

Jemur pakaian di luar lemari

Beberapa jenis pakaian berbahan halus memang rentan menyusut jika terkena panas pengering yang berlebihan.

Namun, itu bukan alasan untuk menyimpan pakaian dalam kondisi lembap di dalam lemari. Baik pakaian halus maupun jenis lainnya, menyimpannya saat masih basah, entah karena belum kering sempurna atau keterbatasan ruang justru dapat memicu bau apek, jamur.

Meski praktis dan hemat tempat, cara ini berisiko menimbulkan bau apek di dalam lemari. Ruang lemari yang sempit, minim cahaya, dan kurang ventilasi membuat bakteri serta jamur mudah berkembang dan terperangkap.

Untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya gantung pakaian yang belum kering sempurna di luar lemari, buat area penyimpanan tersendiri untuk mengeringkan pakaian agar kering sempurna tanpa terkena panas berlebih.

Cuci pakaian dengan rutin

Langkah berikutnya untuk mencegah lemari berbau apek adalah melakukan pencucian pakaian secara rutin, terutama pakaian yang jarang digunakan.

Penyimpanan terlalu lama dapat memicu munculnya bau, karena beberapa jenis kain mudah menyerap aroma.

Ditambah dengan sirkulasi udara lemari yang minim, kondisi ini dapat membuat lemari lembap dan menyebabkan pakaian yang jarang dipakai menjadi sumber bau apek.

Selain itu, kamu perlu menjemur jaket tebal, pakaian formal, dan perlengkapan olahraga di bawah sinar matahari tidak langsung selama beberapa jam untuk menghilangkan bakteri dan menyegarkan aromanya.

Bersihkan lemari dan tambahkan pengharum ruangan

Langkah terakhir yang bisa kamu lakukan untuk menyingkirkan bau lembab dan apek pada lemari yaitu membersihkan lemari sebagai sumber penyebab bau. Rapikan setidaknya tiga bulan sekali, semakin rapi lemari semakin segar baunya.

Lakukan pembersihan secara menyeluruh, pilih barang-barang yang sudah tidak terpakai, kelompokan sesuai jenisnya, dan tambahkan kamper atau pengharum ruangan.

Gantung beberapa pengharum ruangan sekaligus jika diperlukan untuk menghadirkan aroma segar saat membuka lemari.

Periksa dinding ruangan

Jika sudah melakukan berbagai hal yang telah disebutkan di atas, tapi lemari pakaian kamu masih bau lembab dan apek, kamu perlu bergeser sedikit ke area dinding ruangan tempat kamu meletakkan lemari pakaian.

Beberapa faktor seperti, cat dinding yang mengelupas atau lapisan pelindung antijamur yang rusak dapat memicu munculnya jamur dan meningkatkan kelembapan.

Kondisi ini membuat dinding menjadi lembap, memengaruhi suhu ruangan, dan pada akhirnya memperparah kelembapan di dalam lemari pakaian. Akibatnya, bau apek muncul lebih cepat dan jamur pun lebih mudah tumbuh.

https://www.kompas.com/homey/read/2025/12/30/190000076/5-cara-ampuh-cegah-bau-apek-lemari-pakaian-langsung-segar

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com