Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara Menghilangkan Noda Cincin di Kloset, Cepat dan Ampuh

KOMPAS.com - Munculnya noda cincin berwarna gelap di bagian dalam kloset kerap menjadi masalah yang menjengkelkan.

Bahkan pada rumah yang terawat sekalipun, noda ini bisa muncul tanpa disadari dan sulit dibersihkan jika sudah menumpuk terlalu lama.

Meski terlihat sepele, noda melingkar di kloset dapat menimbulkan kesan kotor dan tidak higienis.

Kabar baiknya, dengan mengetahui penyebabnya, noda tersebut bisa dihilangkan dengan mudah sekaligus dicegah agar tidak kembali muncul.

Penyebab noda cincin di kloset

Ada beberapa faktor yang dapat memicu terbentuknya noda cincin di kloset. Salah satu penyebab paling umum adalah kualitas air.

Air dengan kandungan mineral tinggi seperti kalsium, magnesium, dan zat besi dapat meninggalkan endapan di permukaan kloset. Endapan ini lama-kelamaan membentuk garis noda di batas air.

Selain itu, dilansir dari Real Simple, pertumbuhan bakteri juga dapat menjadi penyebabnya.

Bakteri yang secara alami terdapat dalam air dan limbah manusia bisa menumpuk dan membentuk lapisan berlendir, terutama pada kloset yang jarang disiram.

Kloset yang jarang digunakan, seperti di kamar mandi tamu, juga lebih rentan mengalami noda melingkar. Air yang menggenang terlalu lama dapat mempercepat pembentukan noda cincin.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kelembapan tinggi yang memicu pertumbuhan jamur atau lumut di area garis air kloset.

Kurangnya frekuensi pembersihan dan menyiram kloset pun turut berperan. Semakin lama kotoran dan air dibiarkan, semakin besar kemungkinan noda mengeras dan sulit dihilangkan.

Cara menghilangkan noda cincin di kloset

Kunci utama membersihkan noda melingkar di kloset adalah memberikan waktu bagi cairan pembersih untuk bekerja.

Semakin lama cairan meresap, semakin mudah noda diangkat tanpa perlu menggosok terlalu keras.

Untuk noda ringan, cuka putih bisa menjadi solusi alami yang efektif. Cukup tuangkan sekitar dua gelas cuka ke dalam kloset, lalu diamkan selama 30 menit hingga satu jam sebelum disikat.

Jika noda tergolong membandel, pembersih kloset berbahan asam sitrat dapat menjadi pilihan.

Biarkan cairan pembersih menempel selama beberapa jam atau semalaman agar endapan mineral lebih mudah luruh.

Pada noda yang sangat keras, penggunaan alat bantu seperti batu apung khusus kloset atau spons pembersih melamin bisa membantu.

Namun, penggunaan alat ini perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak lapisan porselen kloset.

Cara mencegah noda cincin kembali muncul

Mencegah noda tentu lebih mudah dibanding membersihkannya. Jika air menjadi penyebab utama, memasang alat pelunak air atau water softener bisa menjadi solusi jangka panjang.

Selain menjaga kloset tetap bersih, alat ini juga membantu melindungi pipa dan peralatan rumah tangga lainnya.

Pembersihan rutin juga sangat disarankan. Menyikat kloset setidaknya satu kali dalam sepekan dapat mencegah penumpukan mineral dan bakteri sebelum mengeras.

Untuk kloset yang jarang digunakan, biasakan menyiram air secara berkala agar tidak terjadi pengendapan.

Selain itu, menyirami kloset dengan cuka putih dan membiarkannya selama satu jam secara rutin dapat membantu mencegah terbentuknya noda akibat air.

https://www.kompas.com/homey/read/2026/01/08/160000076/cara-menghilangkan-noda-cincin-di-kloset-cepat-dan-ampuh

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com