Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

6 Cara Mencegah Kecoak Masuk ke Rumah, Dijamin Enggak Muncul Lagi

Keberadaan serangga ini bukan hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi membawa bakteri dan kuman penyebab penyakit yang membahayakan kesehatan penghuni rumah. 

Maka itu, perlu segera membasmi kecoak dari rumah. Mengingat kecoak dapat berkembang biak dengan cepat di rumah, terutama selama bulan-bulan hangat.

Kecoak akan semakin menjadi masalah jika rumah menyediakan banyak makanan, kehangatan, dan kelembapan yang dibutuhkan serangga ini.

Ada dua metode yang dapat digunakan untuk membasmi kecoak, yakni secara alami dan menggunakan produk khusus. 

Namun, hal yang tak kalah penting adalah melakukan pencegahan agar kecoak tak kembali muncul di rumah. 

Dlansir dari Better Homes and Gardens, Kamis (22/1/2026), berikut cara mencegah kecoak masuk ke rumah. 

Kecoak menyukai rumah yang menyediakan sumber makanan atau kondisi lingkungan rumah yang lembap dan gelap untuk dijadikan tempat bersarang.

Untuk mencegah kecoak masuk ke rumah, pastikan selalu menutup pintu dan jendela serta mengecek dan memperbaiki celah dan lubang di setiap ruangan yang memungkinkan kecoak masuk. 

Bersihkan remah-remah makanan

Selanjutnya, cara mencegah kecoak masuk ke rumah adalah membersihkan remah-remah makanan, termasuk biskuit, yang terkadang tertinggal di lantai atau karpet.

Lakukan pembersihan dengan sapu atau penyedot debu untuk membersihkan lantai secara menyeluruh.

Singkirkan peralatan dapur yang digantung di dinding untuk membersihkan bagian bawahnya dan membersihkan lantai dapur yang kotor.

Hilangkan remah-remah dari meja dapur dengan mengelap secara teratur. Jadikan membersihkan meja dapur dan area dekat makanan sebagai rutinitas setiap malam karena kecoak paling aktif pada malam hari saat tidak ada orang. 

Fokus pada dapur

Dapur menjadi ruangan yang paling rentan dimasukkin kecoak karena menyimpan hampir semua persediaan makanan, bahkan sisa makanan.

Karena itu, selalu bersihkan tumpahan makanan dan ajarkan anak-anak di rumah untuk melakukan hal yang sama. 

Kamu juga bisa menyediakan beberapa produk pembersih, seperti pembersih serbaguna dan tisu dapur. 

Buang sampah setiap hari karena kecoak senang mengunjungi tempat sampah. Jika tidak memungkinkan, gunakan tempat sampah dengan penutup. 

Pastikan segera mencuci piring kotor dan membersihkan sisa makanan di wastafel. Jangan tinggalkan hingga semalaman karena hal ini dapat menjadi sumber makanan bagi kecoak.  

Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat

Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat juga bisa menjadi cara mencegah kecoak masuk ke rumah. 

Kecoak dapat menggerogoti kardus dan plastik tipis yang digunakan untuk menyimpan banyak produk makanan. 

Jika merasa adanya infestasi kecoak di rumah, segera pindahkan makanan ke wadah tertutup dan kokoh. Semua makanan kemasan rentan terhadap serangan kecoak, dari sereal, tepung, hingga kepingan coklat.

Untuk perlindungan cepat, mudah, dan skala besar, simpan makanan dalam kemasan aslinya di dalam wadah plastik besar serta kokoh.

Keringkan area yang lembap

Tempat lembap, seperti keran air atau pipa yang bocor akan menarik kecoak masuk ke rumah.

Karena itu, periksa area di belakang kloset, bawah wastafel, dan ruangan lainnya untuk memastikan tidak ada kelembapan.

Gunakan alat pengering udara (dehumifier) dan segera perbaiki pipa atau keran air yang bocor. 

Bersihkan barang-barang berantakan 

Terakhir, cara mencegah kecoak masuk ke rumah adalah membersihkan area di sekitar barang-barang yang tidak diperlukan, terutama di dapur.

Sederhanakan ruangan kamu dengan menentukan tempat penyimpanan untuk peralatan kecil dan elemen lain yang membuat meja dapur tempat makanan disiapkan jadi berantakan.

Donasikan barang-barang yang tidak ingin digunakan kembali dan kamu akan merasakan kemudahan melakukan pembersihan tanpa harus memindahkan barang-barang yang jarang digunakan. 

https://www.kompas.com/homey/read/2026/01/22/213312676/6-cara-mencegah-kecoak-masuk-ke-rumah-dijamin-enggak-muncul-lagi

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com