Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jangan Asal Sajikan, Ini 5 Buah Khas Imlek yang Bawa Keberuntungan

Salah satu tradisi yang dilakukan saat Tahun Baru Imlek adalah makan bersama keluarga. Momen ini menjadi ungkapan rasa syukur, mempererat hubungan, dan harapan untuk tahun yang lebih baik. 

Tradisi makan bersama keluarga ini terus diwariskan dari generaasi ke generasi. 

Ada banyak hidangan khas Imlek yang disajikan, termasuk buah-buah sebagai pencuci mulut. Mulai dari, jeruk, anggur, apel, delima, pisang, hingga stroberi. 

Namun, buah-buahan yang disajikan saat perayaan Tahun Baru Imlek ini tidak sekadar untuk dikonsumsi. Buah-buah ini mempunyai makna dan menghadirkannya saat Imlek diyakini dapat membawa hal-hal positif ke rumah.

Yulius Fang dan Angelina Fang, pakar feng shui di Feng Shui Consulting Indonesia, menjelaskan menghadirkan buah-buahan saat Imlek pada dasarnya bersifat tidak wajib. 

"Artinya, bila ada buah bagus, bila tidak ada, tidak akan merugikan," ucap Yulius dan Angelina kepada Kompas.com, Jumat (13/2/2026). 

Kedua menyarankan memastikan buah-buahan yang disajikan memiliki rasa manis sebagai harapan baik selama setahun ke depan. 

"Buah manis sangat penting, terlebih buat mereka yang masih menjalankan tradisi untuk memberikan buah-buahan kepada sanak keluarga atau teman terdekat," kata keduanya. 

Yulius dan Angelina menambahkan biasanya buah yang memiliki makna baik dalam budaya Tiongkok diberikan sebagai hadiah atau hampers saat Tahun Baru Imlek karena dianggap sebagai makanan sehat.

"Memberikan hadiah buah berarti mendoakan kesehatan, mendoakan hal baik yang dilambangkan buah tersebut, " ucap keduanya. 

Selain itu, buah yang diberikan idealnya harus dalam jumlah genap dengan harapan semua keinginan pada Tahun Baru Imlek 2026 akan digenapi. 

"Dari angka genap ini, akan menghasilkan kelebihan (rezeki ke masa depan), seperti sepasang suami istri (jumlahnya genap) yang bisa melahirkan anak untuk masa depan," imbuh Yulius dan Angelina.

Yulius dan Angelina membagikan beberapa buah khas Imlek yang dapat membawa keberuntungan seperti berikut ini.

Menurut Yulius dan Angelina, warna jeruk yang kuning dan oranye dianggap seperti emas, yang membuatnya melambangkan kekayaan dalam feng shui.

Tak heran, jeruk sering disajikan untuk dinikmati bersama keluarga saat Tahun Baru Imlek.

Selain itu, menurut Yulius dan Angelina, masyarakat Tiongkok senang menggunakan homofon, yakni kata yang pelafalannya sama dengan kata lain yang bermakna baik.

Aksara Mandarin untuk jeruk adalah ? (chéng) yang memiliki pelafalan sama dengan ?(chéng) yang berarti sukses atau berhasil.

Selain itu, jeruk mempunyai aksara mandarin lain, yaitu ? (jú), memiliki pelafalan yang hampir mirip dengan ? (jí) yang berarti beruntung. 

Dalam dialek Hokkien (salah satu bahasa daerah di Tiongkok, daerah FuJian), kata untuk nanas adalah “Ong Lai” yang memiliki pelafalan sama dengan ?? (wàng lái dalam pelafalan bahasa Mandarin).

"Pelafalan wàng lái ini memiliki makna kemakmuran akan datang," tambah Yulius dan Angeline. 

Apel merah

Apel juga menjadi buah favorit dalam Tahun Baru Imlek, apalagi warnanya yang merah--khas warna Imlek.

Dalam aksara Mandarin, buah apel disebut ?? (píng gu?). Aksara ?(píng) memiliki pelafalan yang sama dengan ? (píng) yang bermakna aman, damai, tenang, juga tenteram.

"Warna merah dari apel dianggap sebagai keberuntungan, melambangkan energi, vitalitas, dan kebahagiaan," ucap keduanya. 

Delima

Delima mungkin tidak populer dalam perayaan Imlek di Indonesia, tetapi banyak disajikan di negara lain. 

Menurut Yulius dan Angelina delima memiliki makna kesuburan, kemakmuran, serta panjang umur. "Delima yang berisi banyak biji kecil-kecil melambangkan berkah banyak anak dan cucu," imbuh keduanya. 

Kemudian warnanya yang merah dan menyala terang dianggap sebagai simbol keberuntungan. 

Namun, anggur melambangkan keberlimpahan dan panen yang berhasil. Jadi, cocok disajikan atau diberikan sebagai hadiah saat perayaan Tahun Baru Imlek. 

Pomelo 

Terakhir, buah khas Imlek yang dapat membawa keberuntungan di rumah ada pomelo.

Meski tak banyak dihadirkan, Yulius dan Angelina mengatakan pomelo dalam aksara mandarin adalah ?? (yòuz?), memiliki pelafalan sama dengan ? (Yòu). Artinya, berkat atau perlindungan. 

"??Y?uartinya ada atau punya, jadi tidak berkekurangan. ? Y?uartinya lagi, seperti hal baik datang lagi dan lagi," tambah kedunya. 

Namun, Yulius dan Angelina menjelaskan dalam penerapan feng shui ilmiah, keberuntungan tidak ditentukan barang yang digunakan atau buah yang disajikan saat Tahun Baru Imlek.

Jadi, keberuntungan kita sebaiknya tidak digantungkan pada hal-hal ini semata, tapi hanya sebagai sarana untuk menanamkan pola pikir positif serta mendoakan hal baik pada awal tahun baru. 

"Keberuntungan tetap perlu usaha dan kerja keras kita, penerapan feng shui yang baik dan ilmiah, makan keberuntungan dapat selalu diupayakan," tutup keduanya. 

https://www.kompas.com/homey/read/2026/02/13/104335476/jangan-asal-sajikan-ini-5-buah-khas-imlek-yang-bawa-keberuntungan

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com