Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

7 Kesalahan Merenovasi Dapur yang Harus Dihindari, Bikin Jelek

Namun, tanpa perencanaan matang, renovasi dapur bisa berubah menjadi sumber stres. Kesalahan kecil dalam renovasi dapat berdampak besar pada kenyamanan, fungsi ruang, dan bujet anggaran yang dikeluarkan. 

Untuk menghindari hal tersebut, disadur dari Martha Stewart, Rabu (25/2/2026), sejumlah desainer interior membagikan beberapa kesalahan merenovasi dapur yang harus dihindari dan cara mengatasinya.

Misalnya, dapur yang dirancang membutuhkan lebih banyak ruang lemari dan laci, kitchen island, area penyimpanan makanan khusus, hingga pencahayaan tambahan.

Semua hal ini harus disesuaikan dengan bujet yang tersedia. Selain itu, selama mengerjakan proyek renovasi, teruslah merujuk pada anggaran untuk memastikan dapur yang dirancang tetap sesuai dengan tujuan renovasi.

Tidak melakukan inventarisasi dapur 

Selanjutnya, kesalahan merenovasi dapur yang harus dihindari adalah tidak melakukan inventarisasi dapur. 

Melakukan inventarisasi dapur akan membantu memahami fitur apa saja yang ingin ditingkatkan dari renovasi.

Hal ini meliputi peralatan yang paling sering gunakan, alur lalu lintas di dapur saat ini, serta tata letak ruangan yang tepat. 

"Semakin baik inventarisasi, semakin baik pula kami dapat mendesain sesuai dengan kebutuhan keluarga tersebut, sehingga benar-benar berfungsi di dapur mereka," kata Liz MacPhail, pendiri dan desainer utama di Liz MacPhail Interiors.

Untuk renovasi, MacPhail menghindari membuat hal-hal yang terlalu unik, tapi tidak memiliki kegunaan dan mengabaikan kekhususan gaya hidup setiap keluarga karena ini dapat menggagalkan tujuan menciptakan dapur yang dibuat khusus.

Tidak menumpuk pencahayaan

Bryan Johnson, CEO Shades of Light, menjelaskan dapur membutuhkan penerangan untuk memenuhi tuntutan berbagai penggunaan sekaligus tetap terlihat rapi dan bergaya. 

Saat merenovasi dapur, Johnson menyarankan menerangi dapur secara efektif dengan mempertimbangkan tiga lapisan pencahayaan dan beberapa lampu untuk memenuhi tujuan yang berbeda. 

  • Pencahayaan ambient 

Pencahayaan ini menghadirkan kecerahan yang menyebar ke seluruh ruangan dan membuat rumah terasa lebih hangat.

Misalnya, penggunaan lampu plafon dapur atau lampu gantung di atas meja ketika dapur memiliki area makan. 

  • Pencahayaan tugas 

Pencahayaan ini memfokuskan cahaya langsung pada area tertentu untuk membantu menyelesaikan aktivitas dengan lebih baik, seperti memasak atau makan.

Misalnya, penggunaan lampu gantung di atas meja dapur atau meja makan, lampu dinding, seperti lampu tempel untuk menambah pencahayaan tugas di atas area kerja tertentu, seperti wastafel. 

  • Pencahayaan dekoratif 

Menerapkan pencahayaan dekoratif saat merenovasi dapur dapat menciptakan titik fokus visual dan sorotan di area mana pun di dapur yang ingin tonjolkan, misalnya hiasan dinding, fitur arsitektur, dan tanaman. 

Pikirkan semua barang yang ingin disimpan di laci dan lemari, dari panci, wajan, loyang kue, dan talenan. 

"Ukur laci dan pintu, terutama di lemari bagian bawah untuk memastikan panci besar dapat memiliki ruang cukup setelah semuanya selesai," ujar Kerrie Kelly, Direktur Kreatif Kerrie Kelly Design Lab. 

Melupakan elemen kelistrikan

Rencanakan dengan baik alur kelistrikan, dari microwave, kulkas, mixer, oven, hingga pemanggang roti. 

"Rencanakan stopkontak di sekeliling dapur, termasuk mempertimbangkan pemberian stopkontak pada bagian meja tengah pertimbangkan," imbuh Kelly. 

Jika memiliki pantry, buat area meja dengan stopkontak agar dapat menyembunyikan dan menggunakan peralatan tersebut sambil menjaga meja tetap rapi. 

Mengabaikan struktur dasar rumah dan alur ruangan

Penting menghasilkan tampilan dapur yang menarik secara visual, tapi jangan sampai mengabaikan keselarasan dengan ruangan lainnya di rumah. 

Stockard mengingatkan mempertimbangkan integritas struktural dan arsitektur properti saat ini dan rancang sesuai dengan itu.

Dapur yang sangat modern tentu akan terasa tidak sesuai di lingkungan yang lebih tradisional.

Tak hanya soal gaya desain dapur, penataan tata letak furnitur dan perabotan juga perlu dipertimbangkan dengan baik untuk meningkatkan alur kerja di dapur. 

Rebekah Zaveloff, salah satu pendiri dan desainer utama KitchenLab Interiors, mengingatkan pentingnya menempatkan fitur-fitur dengan strategis, misalnya wastafel yang dekat dengan kompor untuk memudahkan proses memasak.

Pertimbangkan bagaimana alur aktivitas di seluruh dapur dan tempatkan peralatan di tempat yang terasa paling nyaman.

Selain itu, perhitungkan jarak antarfurnitur untuk menghindari hambatan yang dapat menganggu aktivitas di dapur. 

Mengikuti tren 

Terakhir, kesalahan merenovasi dapur yang harus dihindari adalah mengikuti tren.

Sayangnya, beberapa tren justru berlawanan dengan finishing tampilan dapur yang terasa tak lekang oleh waktu. 

"Tren datang dan pergi, jadi sebaiknya hindari finishing yang terlalu mengikuti tren. Saat merenovasi, pikirkan bagaimana anggota keluarga akan tumbuh dan berubah seiring berjalannya waktu," ujar Stockard. 

Pada saat bersamaan, Kelly menyarankan membatasi jumlah pekerjaan yang dilakukan sendiri atau do it yourself. 

"Mengerjakannya sendiri pada akhirnya bisa menghabiskan lebih banyak waktu, uang, dan kesalahan daripada yang diperkirakan," kata Kelly. 

Pertimbangkan menyewa kontraktor yang baik, biasanya memiliki tim yang dapat menangani area dapur yang lebih kompleks, seperti instalasi pipa dan listrik. 

https://www.kompas.com/homey/read/2026/02/25/191500376/7-kesalahan-merenovasi-dapur-yang-harus-dihindari-bikin-jelek

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com