Namun, beberapa metode ada yang hanya mitos belakang. Mitos tersebut terus dilakukan atau masih dipercaya hingga sekarang ini.
Padahal, mitos mencuci pakaian tersebut justru dapat membuat kain lebih kotor dan terlihat lusuh, rusak, hinggga berumur pendek.
Tak hanya itu, mitos mencuci pakaian juga berdampak pada membengkaknya tagihan listrik di rumah.
Untuk menghindari hal ini, dikutip dari Real Simple, Senin (2/3/2026), berikut sejumlah mitos mencuci pakaian yang bikin kain cepat rusak dan tidak perlu mempercayainya.
Karena itu, Yokoji menyarankan mencari detergen wol dan kasmir berkualitas yang bebas enzim yang memungkinkan mencuci serat alami halus, seperti wol, kasmir, dan campuran rajutan di rumah dengan percaya diri.
Lebih banyak detergen, hasilnya lebih bersih
Selanjutnya, mitos mencuci pakaian yang bikin kain cepat rusak adalah menggunakan lebih banyak detergen untuk hasil lebih bersih.
Frej Lewenhaupt, Co-founder & Chief Product Officer di Steamery yang berbasis di Stockholm, Swedia, menyebut menggunakan terlalu banyak detergen dapat membuat pakaian terasa kaku, kehilangan bentuknya, atau muncul lapisan sabun yang tidak pernah hilang sepenuhnya.
"Hal ini terjadi ketika detergen tidak terbilas sepenuhnya dan seiring waktu dapat membuat pakaian terlihat kusam atau usang," ucap Lewenhaupt.
Di sisi lain, Kim Romine, ilmuwan perawatan kain P&G, mengatakan ada batasan menggunakan detergen.
“Sering kali orang meremehkan jumlah cucian dan tingkat kekotoran sehingga justru tidak menggunakan detergen yang cukup untuk membersihkan pakaian secara efektif,” ucap Romine.
Karena itu, Romine menyarankan memperhatikan jumlah detergen yang direkomendasikan untuk hasil terbaik daripada hanya mengira-ngira saja.
Semua noda membutuhkan perlakuan yang sama
Penting diketahui, tidak semua noda sama, sehingga cara menanganinya pun berbeda. Pastikan menentukan berdasarkan bahan spesifik noda dan komposisi kain untuk meningkatkan peluang menghilangkan noda
"Misalnya, noda darah hanya boleh dibersihkan menggunakan air dingin untuk mencegah noda menempel pada pakaian," kata Yokoji.
Untuk alasan kesehatan, sebagian orang menganggap bahwa penting untuk mencuci pakaian setiap kali digunakan.
Padahal, Lewenhaupt menyebut hal ini justru mempercepat keausan pada pakaian. “Proses pencucian menyebabkan keausan, jadi sebaiknya coba metode alternatif untuk menyegarkan pakaian jika memungkinkan," imbuh Lewenhaupt.
Karena itu, Lewenhaupt menyarankan melakukan penguapan dengan steamer, menghilangkan noda secara spesifik, atau menggunakan semprotan kain agar pakaian bisa dicuci lebih jarang.
Air panas lebih efektif untuk pembersihan mendalam
Air panas dianggap dapat membuat hasil cucian lebih bersih karena mampu mengangkat noda membandel.
Namun, Yokoji menyebut penggunaan air dingin atau sejuk juga tetap optimal mengangkat noda, asalkan memilih detergen yang tepat.
“Meski air panas bermanfaat untuk barang-barang yang sangat kotor, hal ini tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk sebagian besar cucian," tambah Alicia Sokolowski, ahli pencucian sekaligus presiden dan co-CEO AspenClean.
Suhu tinggi dapat memudarkan warna kain, menyusutkan serat alami, seperti katun, dan melemahkan struktur kain seiring waktu.
Lewenhaupt merekomendasikan menggunakan suhu air sekitar 30 derajat Celsius untuk mencuci pakaian olahraga, pakaian yang terbuat dari campuran sintetis, barang-barang halus, serta pakaian dan kain yang tidak terlalu kotor.
Cuka mampu menghilangkan bau dan melembutkan kain
Cuka dikenal efektif menghilangkan bau dan melembutkan kain.
"Meski banyak orang percaya cuka adalah solusi alami untuk masalah ini, sebenarnya tidak terlalu efektif untuk masalah cucian, bahkan dapat menghambat kinerja detergen,” Romine
Cuka memiliki pH lebih rendah daripada detergen dan dapat mengganggu pembersihan ketika ditambahkan ke siklus pencucian serta menyebabkan noda pada pakaian atau penumpukan kotoran.
Untuk hasil optimal, sebaiknya gunakan detergen berkualitas tinggi yang diformulasikan khusus untuk pembersihan dan pengendalian bau yang efektif.
Tidak perlu mencuci mesin cuci
Menurut Yokoji, untuk menjaga mesin cuci tetap bersih di antara pencucian, biarkan pintu terbuka untuk mencegah jamur dan bau, dan biarkan laci detergen terbuka agar kering setelah setiap pencucian.
Selain itu, penting membersihkan karet segel pintu untuk menghilangkan kelembapan dan kotoran yang terperangkap.
Untuk hasil bersih maksimal, jalankan siklus air panas dengan 480-500 mililiter cuka putih atau tablet pembersih sebulan sekali.
Suhu tinggi di dalam pengering tidak masalah
Terakhir, mitos mencuci pakaian yang bikin kain cepat rusak adalah mengatur suhu tinggi dalam setiap siklus pengeringan tanpa melihat jenis bahan yang dikeringkan.
Sokolowski mengatakan panas menjadi salah satu unsur paling merusak dan dapat mempengaruhi pakaian.
"Pengeringan dengan suhu tinggi yang sering dapat menyusutkan kain, memudarkan warna, dan merusak serat elastis pada beberapa jenis pakaian, seperti pakaian olahraga dan pakaian dalam," ujar Sokolowski.
Seiring waktu, hal ini menyebabkan pakaian kehilangan bentuknya dan menjadi kurang tahan lama.
Untuk mencegahnya, gunakan pengaturan suhu lebih rendah atau mengeringkan dengan udara jika memungkinkan. Cara ini dapat memperpanjang umur pakaian secara signifikan.
https://www.kompas.com/homey/read/2026/03/02/153258676/7-mitos-mencuci-pakaian-yang-bikin-kain-cepat-rusak-jangan-dipercaya