Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Warna Cat yang Paling Dicari Pembeli untuk Sambut Idul Fitri

Pembelian cat ini bertujuan memperbarui tampilan rumah sekaligus menghadirkan suasana lebih cerah dan hangat untuk menyambut Lebaran. 

Fikayari, pemilik toko bangunan Sinar Terang yang berlokasi di Petamburan, Jakarta Pusat, mengatakan permintaan cat interior dan eksterior di tokonya meningkat sejak awal Ramadan, termasuk peralatan cat. 

“Sejak awal puasa sampai sekarang orang-orang sudah mulai beli cat untuk menghias interior atau eksterior di rumah. Permintaan ini terus meningkat terutama H-2 minggu sebelum Lebaran,” kata Fika ditemui Kompas.com, Jumat (12/3/2026). 

Senada dengan Fika, Tri Desi, sales cat di Roda Selatan, mengungkapkan adanya peningkatan kebutuhan cat dan peralatannya, seperti kuas, roll cat, bak cat, dan lakban kertas sejak Ramadan, bahkan awal Februari.

Warna cat yang paling dicari untuk Idul Fitri

Desi menyebut snow white atau putih salju masih menjadi warna yang paling banyak diminati. Kemudian disusul warna pastel dari coklat. 

“Untuk bagian interior rumah, warna snow white, reticent white, soft tissue, dan warm toss. Sementara untuk eksterior, paling dicari adalah warna abu-abu dengan kombinasi warna stiletto gray dan smokey gray (abu-abu semen)," ujar Desi. 

Warna hitam dan putih juga masih menjadi pilihan yang banyak dicari untuk dinding eksterior. 

Desi menambahkan hitam dan putih sering dipilih karena dapat membuat eksterior rumah terasa segar dan luas tanpa takut cepat kotor. 

“Berbeda dari tahun lalu, tahun ini orang-orang banyak mencari warna pastel dari coklat, seperti lily white (putih bersih), honey tone (perpaduan kuning keemasan dan coklat muda), ivory, dan bone (putih tulang),” kata Fika.

Saat membeli cat, konsumen biasanya membeli cat untuk interior sekaligus eksterior. Jika ingin mengganti seluruh warna dinding rumah, konsumen membeli cat berukuran 20-25 kilogram. Sementara untuk ruangan tertentu, cukup dengan dua galon atau sekitar lima kilogram. 

Konsumen juga banyak mencari cat eksterior untuk pagar dan pintu dengan pilihan warna, dari putih, hitam, hingga abu-abu

Finishing cat yang banyak dicari konsumen, yakni semi shade karena tampilannya tetap mengilap, mudah dibersihkan, tahan kelembapan, dan lebih tahan lama.

Namun, bagi konsumen dengan anggaran terbatas, biasanya lebih memilih hasil akhir matte. 

Tidak melulu mengikuti tren warna

Setiap tahun, perusahaan cat besar di Indonesia biasanya memperkenalkan tren warna yang diperkirakan akan mendominasi desain hunian.

Pada tahun ini, warna-warna bumi atau alam menjadi sorotan karena mampu menciptakan suasana rumah yang terasa lebih hangat, tenang, dan nyaman.

Namun, dalam praktiknya, Desi menyebut orang-orang cenderung tidak selalu mengikuti tren warna tersebut. Mereka lebih memilih menyesuaikan warna cat yang ingin dibeli dengan interior rumah. 

“Kusen dengan warna kemerahan tentu tidak akan cocok dengan warna hijau. Atau warna sofa tertentu tidak cocok jika dipadukan dengan warna yang sedang tren,” kata Desi.

Begitu pun, menurut Fika warna-warna pastel lebih banyak dicari karena orang-orang ingin rumahnya terlihat lebih terang dan luas. Warna tersebut juga bisa dikombinasikan dengan banyak warna. 

Desi menyarankan mengombinasikan warna pastel dengan coklat yang lebih gelap sebagai warna aksen interior rumah.

Tak hanya membeli cat dan peralatannya, orang-orang juga membeli lapisan dasar cat (primer cat) dan amplas untuk membantu cat dinding yang bergelembung. 

https://www.kompas.com/homey/read/2026/03/12/183801776/warna-cat-yang-paling-dicari-pembeli-untuk-sambut-idul-fitri

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com