Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tinggal Mudik Lama? Ini Cara Menjaga Tanaman Hias Tetap Hidup

Namun, hal ini bisa membuat khawatir bagi mereka yang memiliki tanaman hias di rumah. Pasalnya, tanaman hias tidak mendapat perawatan yang memadai selama ditinggal mudik, seperti penyiraman dan pencahayaan. Akibatnya, tanaman hias ini bisa mengalami layu, bahkan mati.

"Sebagian besar tanaman biasanya akan baik-baik saja jika kamu pergi selama seminggu, tetapi beberapa mungkin akan mulai menderita jika tidak disiram selama dua minggu,” jelas Justin Hancock, ahli hortikultura Costa Farms.

Akan tetapi, semua ini dapat dicegah dengan melakukan sejumlah persiapan sebelum berangkat mudik Lebaran agar tanaman hias terus tumbuh dan sehat.

Namun, ini tergantung pada durasi waktu liburan. Lamanya liburan akan mempengaruhi seberapa baik tanaman tanpa ada yang mengeceknya dan menyediakan cukup air. 

Jenis tanaman, campuran pot, dan apakah tanaman itu baru atau sudah lama, semuanya akan mempengaruhi seberapa baik tanaman itu akan tumbuh ketika jadwal penyiraman berubah.

Dirangkum dari Southern Living, Selasa (17/3/2026), berikut cara menjaga tanaman hias tetap hidup saat ditinggal mudik Lebaran.

Namun, terlalu banyak hal baik bisa berakibat negatif bagi tanaman. Jadi, sirami tanaman, tetapi jangan biarkan duduk di dalam H2O.

“Jika akar berada dalam kondisi jenuh selama lebih dari beberapa jam, itu dapat mendorong masalah busuk akar,” kata Hancock.

Kamu tidak ingin menenggelamkan akar dalam terlalu banyak air. Sebagian besar tanaman lebih tahan dengan tanah kering daripada tanah basah dan lembap serta terlalu basah lebih berbahaya daripada terlalu kering.

Sesuaikan pencahayaan

Setiap tanaman memiliki kondisi pencahayaan yang disukai, apakah itu sinar matahari langsung atau tidak langsung.

Kurangnya pencahayaan selama mudik Lebaran dapat mengganggu pertumbuhan tanaman hias. Maka itu, cara menjaga tanaman hias tetap hidup saat ditinggal mudik Lebaran adalah menyesuaikan pencahayaan. 

Menurut Hancock, memindahkan tanaman untuk mendapatkan lebih sedikit sinar matahari bisa mendorong pertumbuhan dan mengurangi penyiraman. 

Namun, harus menghindari menempatkan tanaman dalam situasi ekstrem, seperti terlalu banyak cahaya atau sedikit.

Mengubah sedikit kondisi pencahayaan, seperti menggunakan lampu tumbuh yang dapat disesuaikan, bisa membantu bila tanaman jarang disiram. 

“Jika tanaman terbiasa disiram dua hari sekali atau lebih selama musim tanam, tanaman dapat menerima satu kali penyiraman yang terlewatkan bila telah memindahkannya dari sinar matahari yang lebih banyak,” ucap Amanda Gillahad dan Mark Waldroop, ahli hortikultura dari Biltmore Estate Conservatory di North Carolina.

Memindahkan lokasi tanaman sebelum pergi mudik dapat mempengaruhi pertumbuhannya.

Gillahad dan Waldroop mengatakan umumnya tanaman harus dibiarkan di tempat paling baik. Namun, jika memiliki beberapa tanaman hias, kamu mungkin ingin memindahkannya agar semuanya bisa tumbuh bersama. 

Kelompokkan tanaman

Menempatkan tanaman bersebelahan bisa menjadi cara menjaga tanaman hias tetap hidup saat ditinggal mudik Lebaran. Hal ini karena menjaga dan mempertahankan kelembapan.

“Jika meminta tanaman melewatkan beberapa kali penyiraman secara teratur, mengelompokkan tanaman bersama di area yang tidak terlalu banyak mendapat cahaya langsung selama beberapa hari membantu menjaga kelembapan di sekitar masing-masing tanaman dan mengurangi kebutuhan air,” imbuh Gillahad dan Waldroop. 

Mengelompokkan tanaman di atas nampan berisi kerikil yang dapat menampung air akan membantu menambah kelembapan di sekitar tanaman.

Hancock menggunakan kamar mandinya sebagai tempat menyimpan tanaman hias ketika pergi berlibur.

"Saya juga mengelompokkan tanaman di dalam bak mandi saat pergi untuk sementara waktu dan tidak dapat menemukan seseorang untuk memeriksa tanaman,” katanya.

Dengan mengelompokkan tanaman seperti itu, kelembapannya meningkat sehingga penguapannya berkurang dan kamar mandi dengan cahaya lebih rendah akan memperlambat pertumbuhannya.

Pertimbangkan amandemen

Menambahkan amandemen ke tanah juga menjadi cara menjaga tanaman hias tetap hidup saat ditinggal mudik Lebaran.

Amandemen ini akan memberi tanaman dorongan nutrisi serta menahan lebih banyak air dan kelembapan di dalam tanah.

“Tanah pot dengan banyak gambut atau kompos juga akan menahan air lebih lama,” ujar Gillahad dan Waldroop. 

Pilihan lain, menggunakan polimer kimia yang ditempatkan di tanah untuk menjaga tanaman terhidrasi dan tanah tetap lembap.

“Salah satu metode adalah menggunakan produk hidrogel yang dicampur di dalam tanah yang menyimpan air, kemudian melepaskannya kembali ke tanah kering,” kata Gillahad dan Waldroop.

Gunakan sistem penyiraman mandiri

Pertimbangkan menggunakan sumbu penyiraman. “Sumbu penyiraman adalah cara baik memperpanjang waktu antara penyiraman,” imbuh Gillahad dan Waldroop.

Ada berbagai sistem yang dapat dibeli atau dibuat sendiri. Gunakan kain katun atau sumbu yang direndam dalam air dan ujung sumbu lainnya di dalam tanah tanaman pot.

"Jika akan pergi untuk waktu lama, menyiram tanaman dengan sumbu katun di reservoir air dapat menjadi cara bagus menjaga tanaman tetap terhidrasi," kata Hancock.

Semakin besar reservoir, semakin lama tanaman dapat bertahan tanpa air. 

Nah, itu dia sejumlah cara menjaga tanaman hias tetap hidup saat ditinggal mudik Lebaran. Selamat mencoba! 

https://www.kompas.com/homey/read/2026/03/17/094508276/tinggal-mudik-lama-ini-cara-menjaga-tanaman-hias-tetap-hidup

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com