Namun, bagi rumah yang memiliki hewan peliharaan perlu berhati-hati menggunakannya karena beberapa produk dapat berdampak buruk bagi kesehatan sahabat bulu.
“Saat membersihkan rumah di sekitar hewan peliharaan, penting menghindari bahan pembersih tertentu karena potensi keracunan atau iritasi pada hewan,” kata Shelby Baden, dokter hewan dari Veterinary Emergency Group di South Tampa, Florida, Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Better Homes and Gardens, Jumat (27/3/2026), berikut sejumlah bahan pembersih yang berbahaya untuk hewan peliharaan.
Maka itu, pastikan mengenakan perlindungan diri, mengikuti petunjuk penggunaan, serta menjauhkan dari hewan peliharaan saat menggunakannya di rumah.
Pasalnya, hewan peliharaan memiliki sistem pernapasan jauh lebih sensitif dibanding manusia. Paparan zat, seperti pemutih dan amonia, dapat memicu iritasi serius, gangguan pernapasan, hingga kerusakan pada jaringan dalam tubuh hewan.
“Zat kimia, seperti amonia dan pemutih, dapat menyebabkan iritasi pernapasan yang signifikan, berpotensi menyebabkan kesulitan bernapas, dan kerusakan selaput lendir,” jelas Petrina Firth, pelatih dan pendiri The Pet Coach.
Eter glikol
Selanjutnya, bahan pembersih yang berbahaya untuk hewan peliharaan adalah eter glikol.
“Selain reaksi alergi dan iritasi kulit atau mata, zat ini juga dikaitkan dengan kondisi lebih serius, seperti anemia, kerusakan ginjal, dan masalah perkembangan jika tidak sengaja tertelan,” kata Whitney Miller, Kepala Dokter Hewan di Petco, AS.
Klorin, fenol, formaldehida, dan ftalat
Cairan pembersih klorin memang efektif membunuh virus dan bakteri, tetapi dapat berbahaya bagi hewan peliharaan karena dapat menyebabkan menyebabkan masalah pernapasan serta pencernaan.
Fenol yang umum terdapat dalam disinfektan dan sabun juga sangat beracun bagi kucing yang dapat menyebabkan kerusakan hati.
Sementara itu, formaldehida dapat menyebabkan iritasi kulit dan risiko kanker pada hewan peliharaan.
“Meski digunakan untuk menambahkan pewangi pada produk pembersih, kandungan ftalat dapat menyebabkan masalah ginjal dan hati, bahkan mengganggu hormon hewan peliharaan,” imbuh dokter Miller.
Tak hanya itu, konsentrasi hidrogen peroksida yang tinggi dapat membahayakan kulit, selaput lendir, dan saluran pencernaan hewan peliharaan.
Walau sering dianggap alami, beberapa aroma minyak esensial dapat berbahaya bagi sahabat bulu
“Minyak esensial aroma pohon teh, eucalyptus, dan lavender dapat beracun bagi hewan peliharaan, terutama kucing yang dapat menyebabkan muntah, lesu, gemetar, atau reaksi alergi,” ucap Baden.
Karena itu, perhatikan kembali pelembut kain, pengharum ruangan, dan detergen yang memiliki aroma tersebut untuk mencegah hal yang tidak diinginkan ini terjadi.
Cara aman membersihkan rumah jika ada hewan peliharaan
Cara tercepat mencegah anabul di rumah terpapar produk pembersih berbahaya adalah menjauhkannya dari area yang baru saja dibersihkan—tutup pintu atau pindahkan ke area yang bebas dari bahan berbahaya tersebut. Cara lain yang bisa dilakukan, yakni.
1. Buka jendela atau nyalakan kipas angin untuk memperlancar aliran udara.
2. Simpan produk pembersih di lemari atau jauh dari jangkauan hewan peliharaan dan anak-anak.
3. Bersihkan cakar anjing dan kucing ketika bersentuhan dengan bahan kimia apa pun untuk mencegah tertelan produk pembersih.
4. Ganti produk pembersih yang lebih aman bagi hewan peliharaan, misalnya cuka putih, baking soda, atau hidrogen peroksida yang diencerkan. Namun, tetap perhatikan kadar bahan alami tersebut.
https://www.kompas.com/homey/read/2026/03/27/204248576/4-bahan-pembersih-yang-berbahaya-untuk-hewan-peliharaan