Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 8 Maret 2021, 18:20 WIB
Dian Reinis Kumampung,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Sumber Pest World

JAKARTA, KOMPAS.com — Kutu merupakan hama yang sangat mengganggu. Hewan kecil ini bisa hidup di hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, serta pada manusia.

Dilansir dari Pest World, Senin (8/3/2021), jenis kutu yang menyerang hewan dan manusia memang berbeda. Di seluruh dunia ada 2000 spesies kutu.

Kutu kucing, Ctenocephalides felis atau pinjal kucing, adalah kutu yang paling umum ditemukan. Jenis kutu lainnya termasuk kutu anjing, kutu manusia, dan kutu tikus.

Baca juga: Cara Membasmi Kutu Putih pada Tanaman, Semprotkan Sabun Cair

Ada baiknya kamu tahu bagaimana bentuk dan tempat seperti apa yang paling disukai oleh mereka, agar kamu bisa mengatasi dan mencegahnya menyerang hewan peliharaan, atau dirimu sendiri.

Seperti apa rupa kutu?

Kutu adalah serangga kecil, tidak bersayap, pipih dengan tiga pasang kaki. Kutu dewasa memiliki panjang sekitar 1 hingga 3 mm.

Kutu kebanyakan berwarna coklat kemerahan gelap dan memiliki mulut seperti capit kecil yang berfungsi untuk menggigit.

Mereka bisa sangat sulit dilihat karena pergerakannya yang sangat cepat di sepanjang tubuh hewan. Sisir kutu dan membasahi bulu hewan dapat membantu menangkapnya untuk pemeriksaan visual.

Baca juga: Mengapa Kutu Busuk Ada di Dalam Rumah? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa yang dimakan kutu?

Kutu memakan makhluk berdarah panas, termasuk manusia. Namun, mereka lebih suka menyantap hewan berbulu seperti anjing, kucing, kelinci, tikus, tikus, oposum, rakun, dan sigung.

Di mana kutu hidup?

Begitu seekor kutu menetas dan menjadi dewasa, ia menggunakan kakinya yang kuat untuk melompat ke inang, di mana ia kemungkinan besar akan tetap ada setiap saat. Saat menempel, kutu akan memberi makan, kawin dan bertelur. Telur sering jatuh dari inang ke halaman, alas tidur, karpet atau selimut.

Apakah kutu berbahaya?

Kutu tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman saat menggigit, tetapi juga merupakan vektor penyakit pes. Meskipun ada beberapa kasus yang dilaporkan saat ini, penyakit langka ini melenyapkan sepertiga populasi di Eropa pada abad ke-14.

Selain itu, mereka dapat menyebarkan penyakit bakteri murine typhus, yang ditularkan ke manusia melalui tikus yang terinfeksi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau