Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menambahkan Aromaterapi Pada Semprotan Setrika Bisa Tingkatkan Mood

Kompas.com, 8 April 2021, 10:40 WIB
Dian Reinis Kumampung,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com — Seperti kita tahu, aromaterapi mampu meningkatkan mood atau suasana hati. Untuk itu, aroma menyenangkan ini bisa kamu tambahkan pada semprotan setrika, untuk membuat tugas merapikan pakaian ini menjadi lebih menyenangkan.

Selain itu, aromaterapi yang tertinggal pada baju, akan terhirup dan membuatmu lebih rileks saat memakainya nanti.

Di pasaran, semprotan setrika memang banyak dijual dan menawarkan beragam aroma. Namun, kamu juga bisa membuatnya sendiri.

Baca juga: 7 Alasan Mengapa Setrika Uap Lebih Baik Daripada Setrika Biasa

Cara membuatnya pun cukup mudah. Untuk membuat semprotan setrika beraroma sendiri, kamu memerlukan hal berikut ini, seperti dikutip dari Iron It Away, Kamis (8/4/2021). 

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

  • Botol semprot kosong yang bersih
  • Air suling atau air yang dimurnikan
  • Minyak esensial pilihan (lavender, vanilla, citrus, mint, dan lainnya) 

Langkah membuat:

Isi botol semprot dengan air suling atau air yang dimurnikan. Kemudian tambahkan beberapa tetes minyak esensial. Berhati-hatilah untuk tidak menambahkan terlalu banyak.

Baca juga: Tips Membersihkan Noda pada Setrika

Minyak atsiri sangat pekat sehingga kamu hanya perlu beberapa tetes. Jumlah pasti tetes yang harus kamu gunakan bergantung pada ukuran botol. Untuk setiap 1 liter air, kamu cukup menambahkan sekitar 5-6 tetes minyak esensial.

Untuk botol yang jauh lebih kecil, kamu hanya perlu 1-2 tetes. Campur dengan diaduk atau dikocok kuat-kuat agar aromanya menyebar ke seluruh air.

Cara menggunakan air setrika beraroma

Cukup semprotkan sedikit air wangi ke atas kain sebelum menyetrika seperti biasa. Tarik napas dalam-dalam dan nikmati aromanya saat air menguap. Aroma yang tertinggal juga akan membuat pakaian beraroma seperti minyak esensial favoritmu.

Apakah minyak esensial tidak akan menodai pakaian?

Itu pertanyaan yang wajar. Setelah minyak, minyak dan lemak biasanya bisa meninggalkan noda pada pakaian.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau