Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 21 April 2021, 13:38 WIB
Abdul Haris Maulana,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Memilih lantai kamar mandi yang tepat merupakan hal penting. Selain tampilannya yang indah dipandang, lantai kamar mandi juga harus kesat agar memberi rasa aman dan nyaman.

Pasalnya, lantai kamar mandi yang licin berisiko besar membuat terpelesat atau terjatuh, terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia atau lansia.

Umumnya, orang memilih keramik bertekstur kasar untuk lantai kamar mandi demi menghindari atau mengurangi risiko terpeleset. Apalagi, mengingat, terjatuh di kamar mandi berbahaya bagi tubuh serta mengancam kesehatan. 

Baca juga: Trik Menjaga Lantai Kamar Mandi agar Tetap Bersih

Namun, seiring penggunaan, lantai kamar mandi menjadi tak kesat dan kotor. Hal ini lantaran terkena air, sabun, dan sampo secara terus-menerus, terlebih bila lantai kamar mandi jarang dibersihkan.

Nah, demi mencegah hal-hal yang tak diinginkan di kamar mandi, berikut ini empat cara menjaga lantai kamar mandi tidak licin dikutip dari berbagai sumber. 

1. Pilih keramik antilicin

Langkah utama menjaga lantai kamar mandi tetap kesat adalah memilih keramik lantai kamar mandi yang anti-selip dan bertekstur kasar. Keramik jenis ini tidak hanya menawarkan cengkeraman kaki yang kuat, tetapi juga lebih banyak gesekan sehingga minim terpeleset dan terjatuh.

Sebagai pilihan, keramik berkerikil atau ubin kerikil menjadi salah satu material yang aman digunakan untuk lantai kamar mandi. Keramik jenis ini juga cepat mengering. 

Baca juga: Simak, Ini Pilihan Keramik Kamar Mandi Anti Licin

2. Bagi kamar mandi menjadi beberapa area

Sebagian besar kamar mandi memiliki tata letak terbuka atau satu area dengan wastafel, shower atau area mandi, dan kloset atau area toilet. Apabila semua area ini digabungkan menjadi satu, tentu membuat semua lantai menjadi basah ketika digunakan untuk mandi.

Karena itu, bagi atau pisahkan masing-masing area di kamar mandi. Misalnya, pisahkan area mandi dengan wastafel atau area mandi dengan area toilet.

Baca juga: Trik Membersihkan Keramik Kamar Mandi yang Harus Diketahui

Membagi area kamar mandi menjadi beberapa bagian dapat mengatasi masalah lantai licin lantaran mencegah air atau noda sabun atau sampo sehabis mandi menyebar ke banyak lantai. Ditambah, meminimalkan risiko terpeleset di kamar mandi.

Untuk membaginya, Anda dapat menyekatnya menggunakan dinding kaca.

3. Drainase tidak tersumbat

Drainase atau saluran air juga tak kalah penting. Sistem drainase yang tidak lancar atau tersumbat tentu akan menimbulkan genangan air di lantai kamar mandi. Akibatnya, lantai akan kerap basah, yang akhirnya membuat licin dan kotor.

Untuk itu, pastikan saluran air di kamar lancar serta sebaiknya pilih lubang pembuangan air yang berukuran cukup besar sehingga air lebih cepat terbuang.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau