Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Memilih dan Menyebarkan Mulsa yang Tepat untuk Tanaman

Kompas.com, 27 Mei 2021, 11:51 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam kegiatan berkebun, selain pupuk, mulsa juga berperan penting untuk pertumbuhan dan kesuburan tanaman.

Mulsa merupakan material yang dibutuhkan tanaman dalam proses pertumbuhan. Material ini berfungsi melindungi akar pada hari-hari panas, mencegah uap air menguap, dan menghentikan pertumbuhan gulma untuk berakar. 

Baca juga: 7 Manfaat Cuka Apel di Rumah, Bisa Membunuh Gulma dan Kutu

Melansir dari laman Better Homes and Gardens, Kamis (27/5/2021), ada dua jenis mulsa dasar, yaitu organik dan anorganik. Mulsa organik terbuat dari kayu, kulit kayu, kompos, potongan rumput, dan daun.

Bahan mulsa ini akan membusuk dan memperbaiki tanah. Mulsa organik mampu bertahan selama beberapa tahun, kemudian Anda harus menambahkan lebih banyak mulsa kembali ke tanaman. 

Baca juga: Apakah Cuka Dapat Membunuh Gulma? Ini Penjelasannya

Selain itu, mulsa organik mudah menyebar dan tidak membahayakan jika tercampur ke dalam tanah. 

Sedangkan, mulsa anorganik terbuat dari bahan-bahan sintetis yang sukar atau tidak dapat terurai seperti mulsa plastik dan batu. 

Baca juga: Cara Membuat Herbisida di Rumah, untuk Membasmi Gulma

Mulsa anorganik minim perawatan, tetapi tidak mudah ditanam. Karena itu, mulsa terbaik untuk tanaman adalah mulsa organik. 

Cara memilih mulsa organik yang tepat

Setiap jenis mulsa organik memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalnya, bark nuggets banyak tersedia, tetapi dapat mengapung saat hujan deras. 

Baca juga: Mengenal Jenis Gulma dan Cara Mengatasinya

Kulit kakao memiliki aroma yang khas, tetapi harganya relatif mahal dan beracun bagi anjing. Kulit kayu atau kayu yang diparut adalah mulsa lanskap yang paling umum.

Jenis mulsa ini murah dan mudah diaplikasikan, tetapi tidak menambahkan banyak nutrisi ke tanah seperti beberapa mulsa lainnya. 

Baca juga: Cara Alami Membasmi Gulma di Halaman Rumah, Pakai Garam

Tak hanya itu, limbah dari halaman juga dapat menjadi mulsa seperti potongan rumput, daun, dan kompos. Kompos menambahkan banyak nutrisi, tetapi tidak bagus mencegah gulma.

Potongan rumput efektif sebagai mulsa, tetapi jangan menumpuknya terlalu dalam karena bisa menyebabkan basah dan kotor. 

Baca juga: Daftar Tanaman Hias yang Mampu Bantu Dinginkan Rumah

Pastikan tidak pernah menggunakan potongan tanaman sebagai mulsa apabila rumput dirawat dengan herbisida.

Daun adalah mulsa yang sangat baik jika dicabik terlebih dahulu. Jarum pinus tahan lama dan merupakan mulsa yang sangat baik di sekitar tanaman yang menyukai asam seperti azalea karena jarum pinus mengasamkan tanah. 

Baca juga: Alasan Mengapa Sebaiknya Ada Tanaman Hidup di Dalam Kamar Tidur

Cara menyebarkan mulsa

Meski proses meletakkan mulsa tampak sederhana, yakni tinggal menaruhnya di atas tanah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut ini cara tepat menyebarkan mulsa pada tanaman. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau