Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Hanya untuk Berendam, Garam Epsom Juga Bagus untuk Tanaman

Kompas.com, 25 Juni 2021, 10:00 WIB
Dian Reinis Kumampung

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com--Garam epsom terdiri dari magnesium sulfat (MgSO4) dan banyak dari kita mungkin sudah akrab dengan garam ini yang biasa dimanfaatkan untuk berendam dalam dan meredakan nyeri otot.

Rupanya garam epsom tak hanya bermanfaat untuk kesehatan, namun juga untuk tanaman hias. Berikut penjelasannya seperti dilansir dari Gardening Know How, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Simak, 6 Hal yang Harus Dihindari Saat Memberikan Micin ke Tanaman

1. Kegunaan pada tanaman

Garam epsom akan digunakan jika tanaman menunjukkan kekurangan magnesium. Meskipun magnesium dan belerang sangat penting, biasanya tidak menjadi masalah di sebagian besar campuran tanah kecuali campuran pot sudah larut dari waktu ke waktu karena penyiraman terus menerus.

Satu-satunya cara nyata untuk mengetahui apakah tanaman kekurangan magnesium adalah dengan melakukan pengujian tanah.

Hal ini tidak terlalu praktis untuk kamu yang berkebun dalam ruangan dan paling sering digunakan untuk menguji tanah di taman luar ruangan.

Jadi bagaimana garam Epsom baik untuk tanaman hias? Kapan masuk akal untuk menggunakannya? Jawabannya hanya jika tanaman menunjukkan tanda-tanda kekurangan magnesium.

Baca juga: 6 Benda yang Bisa Dibersihkan dengan Garam Dapur

2. Ciri ciri tanaman kekurangan magnesium

Tanaman yang terbakar matahari parah daunnya bisa berubah menjadi kecokelatan dan kering.Getty Images via Better Homes & Gardens Tanaman yang terbakar matahari parah daunnya bisa berubah menjadi kecokelatan dan kering.

Bagaimana kita tahu jika tanaman hias sedag kekurangan magnesium? Salah satu indikator yang mungkin adalah jika daun menguning di antara urat hijau.

Jika kamu melihat ini, kamu bisa mencoba memberikan garam epsom pada tanaman.

Campurkan sekitar satu sendok makan garam Epsom ke 4,5 liter air dan gunakan larutan ini sebulan sekali untuk menyirami tanaman sampai larutan keluar melalui lubang drainase.

Baca juga: Daun Menguning pada Tanaman Hias Belum Tentu karena Hama, Lalu Apa?

3. Sebagai semprotan daun

Kamu juga dapat menggunakan larutan ini sebagai semprotan daun pada tanaman hias. Tempatkan larutan dalam botol semprot dan gunakan untuk mengaburkan semua bagian tanaman hias Jenis aplikasi ini akan bekerja lebih cepat daripada aplikasi melalui akar.

Ingat, sebenarnya tidak ada alasan untuk menggunakan garam Epsom kecuali tanaman menunjukkan tanda-tanda kekurangan magnesium.

Baca juga: Benarkah Micin Tidak Baik Sebagai Pupuk Tanaman Aglonema?

Jika kamu menerapkan ketika tanaman sedang baik-baik saja, hal ini justru bisa merusak tanaman hias, karena nantinya akan terjadi penumpukan garam di tanah yang tidak baik bagi tanaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau