Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 11 Juli 2021, 19:04 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber My Domaine

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak ada yang lebih baik dari menikmati secangkir kopi panas hasil racikan sendiri pada pagi hari atau malam hari setelah seharian beraktivitas. 

Namun, setelah beberapa minggu penggunaan, mesin pembuat kopi mengalami penumpukan rasa atau sisa ampas dari kopi. 

Baca juga: 7 Manfaat Ampas Kopi untuk Aglonema, Jadi Kompos hingga Usir Hama

Bahkan, mesin pembuat kopi bisa menjadi salah satu tempat berkembang biaknya kuman dan bakteri bila tidak segera dibersihkan sehabis digunakan. Kuman dan bakteri itu bisa masuk ke kopi.

Untuk itu, penting membersihkan mesin pembuat kopi sehabis digunakan. Idealnya, mesin pembuat kopi harus dibersihkan secara menyeluruh setiap bulan.

Pembersihan bulanan memastikan elemen pemanas mesin bebas dari kotoran dan penumpukan. Selain itu, mencegah noda kopi serta menghilangkan sisa kopi yang dapat mencemari wadah.

Baca juga: Jangan Dibuang, Ampas Kopi Bisa Digunakan untuk 10 Hal ini 

Dilansir dari laman My Domaine, Minggu (11/7/2021), berikut ini cara membersihkan mesin pembuat kopi. 

Bahan-bahan

  • Air sabun hangat
  • Spons atau sikat kecil
  • Cuka
  • Air bersih
  • Kain mikrofiber atau handuk kertas 

Baca juga: Ragam Manfaat Kopi untuk Sejumlah Area di Rumah

Cara Membersihkan Mesin Pembuat Kopi

  • Matikan dan cabut steker

Sebelum membersihkan, pastikan mesin pembuat kopi dalam keadaan mati dan steker tercabut. Hal ini demi mencegah berbagai resiko berbahaya. 

  • Mulailah menyeka permukaan

Untuk benar-benar mendapatkan pembersihan mendalam, Anda harus melepaskan teko (pot) dan keranjang yang menampung filter dan ampas kopi.

Jika baru saja menggunakan mesin pembuat kopi, pastikan membuang ampas yang ada di keranjang. Ampas kopi dapat dimanfaatkan menjadi kompos untuk tanaman

Baca juga: Air Kopi Bisa Menyuburkan Tanaman, Begini Cara Membuatnya

Namun, apabila mesin menggunakan pod kopi, buang podnya. Kemudian, meletakkan keranjang dan teko dalam air sabun hangat dan cuci seperti mencuci piring.

Beberapa teko dan keranjang aman dicuci menggunakan mesin cuci piring, tetapi tetap membaca panduan terlebih dulu.

Jika mesin kopi menggunakan pod, bersihkan dengan hati-hati ruang tempat meletakkan pod menggunakan kain lembap atau handuk kertas. Pastikan untuk ekstra hati-hati di sekitar potongan logam tajam yang menembus bagian atas polong. 

Baca juga: Ampas Kopi Lebih Ampuh Hilangkan Bau Kulkas daripada Baking Soda?

Jangan lupa menggunakan spons atau sikat kecil untuk masuk ke sudut dan celah keranjang. Sering kali minyak dan residu dari ampas kopi dapat tersangkut di sana, yang dapat menyebabkan rasa basi pada kopi. Jadi, pastikan membersihkan kotoran apa pun dari sana. 

  • Membersihkan area mesin

Untuk mesin kopi tetes dan pod tradisional, Anda dapat menghilangkan penumpukan kalsium atau magnesium di dalamnya menggunakan larutan air dan cuka dengan perbandingan yang sama.

Tuangkan larutan ke dalam wadah air, lalu jalankan mesin seperti biasa, tetapi tanpa ampas atau polong apa pun di dalam mesin. Lakukan sebanyak yang diperlukan. 

Baca juga: 4 Cara Membersihkan Noda Kopi yang Menempel di Meja

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau