Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Alasan Pakaian Baru Perlu Dicuci Sebelum Dikenakan

Kompas.com, 14 September 2021, 18:33 WIB
Abdul Haris Maulana,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian besar orang menyukai mengenakan pakaian baru karena tampak sempurna seperti tekstur yang masih halus dan warna yang masih cerah. 

Meski tampak bersih, pakaian baru perlu dicuci terlebih dulu sebelum mengenakannya demi menghindari beberapa risiko penyakit. Mencuci pakaian baru memang berisiko mengubah tampilannya, tetapi harus dilakukan. 

Dilansir dari The Spruce, Selasa (14/9/2021), berikut ini tiga alasan pakaian baru harus dicuci sebelum dikenakan.  

Baca juga: Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Pemutih Saat Mencuci Pakaian

Melepaskan paparan pewarna

Salah satu alasan perlu mencuci pakaian baru sebelum dikenakan adalah untuk menghilangkan pewarna tambahan yang dapat ditransfer ke kulit atau pakaian lainnya.

Sebagian besar kain terbuat dari serat sintetis (poliester, akrilik) diwarnai dengan pewarna azo-anilin. Pewarna ini dapat menyebabkan reaksi kulit yang parah bagi orang-orang, terutama anak kecil yang alergi terhadapnya. 

Baca juga: Trik Mencuci Pakaian Olahraga agar Tetap Awet

Jika kamu memiliki alergi parah, ruam akan mirip dengan paparan poison ivy (tumbuhan yang daunnya dapat menyebabkan gatal saat tersentuh kulit).

Namun, reaksi yang tidak terlalu parah dapat menyebabkan bercak kulit yang kering dan meradang. 

Baca juga: Tips Mencuci Pakaian Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua Baru

Hilangkan bakteri, jamur, dan serangga

Pakaian baru kemungkinan besar memidahkan kutu, kudis, bakteri, dan jamur dari satu orang ke orang lain ketika mencoba mengenakannya. 

Ruang ganti bisa menjadi tempat berkembang biak segala hal, dari virus hingga penyakit kutu air. Jadi, penting untuk mencuci pakaian baru sebelum digunakan. 

Baca juga: Kendala yang Sering Ditemukan Saat Mencuci Pakaian dengan Mesin Cuci

Meminimalkan iritasi kimia

Pakaian baru harus dicuci untuk menghilangkan lapisan kimia seperti Urea-formaldehida. Lapisan kimia tersebut sengaja dipakai produsen pada pakaian untuk meningkatkan tekstur dan mengurangi kerutan.

Hasil akhirnya tidak akan mengganggu semua orang. Namun, bagi seseorang yang memiliki kulit sensitif, bahan kimian ini dapat mengembangkan ruam, terutama di area kontak konstan seperti ketiak, leher, pinggang, juga paha. 

Baca juga: Jangan Keliru, Begini Cara Aman Mencuci Pakaian Bayi

Urea-formaldehida sering kali merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencegah pembentukan jamur pada pakaian yang harus dikirim jarak jauh dalam wadah yang panas dan lembap.

Bahan kimia ini memiliki bau yang sangat tajam yang akan tertinggal pada kain sampai pakaian dicuci.

Satu kali pencucian mungkin tidak akan menghilangkan semua formaldehida, tetapi akan mengurangi resin secara signifikan dan akan terus dihilangkan dengan setiap pencucian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau