Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Area Paling Kotor di Dapur dan Cara Membersihkannya

Kompas.com, 13 November 2021, 11:06 WIB
Aniza Pratiwi,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dapur mungkin merupakan jantung dari rumah, tetapi juga merupakan tempat yang paling banyak menimbulkan kekacauan. Tidak peduli seberapa rajin Anda dengan rutinitas pembersihan, ada tempat-tempat tertentu di mana debu, kotoran, dan bakteri akan berlama-lama.

Melansir dari Martha Stewart, Sabtu (13/11/2021), berikut area dapur yang paling kotor, dan cara untuk mengatasinya. 

1. Lemari dapur

Salah satu dari dua tempat paling kotor di dapur Anda? Lemari dapur Anda, kata Liz Trotter dari American Maid Cleaning, LLC di Olympia, Washington, AS.

Baca juga: Trik Menyimpan Tutup Panci agar Dapur Lebih Tertata

Ilustrasi lemari dapur.SHUTTERSTOCK/ARTAZUM Ilustrasi lemari dapur.

Ini seharusnya tidak mengejutkan, karena mereka adalah area dengan sentuhan tinggi yang juga sering terkena tumpahan dan cipratan makanan.

"Anda harus tetap menjaga kebersihan ini, mereka sangat sulit untuk dicuci setelah kotor terbentuk dan sebagian besar jenis lemari mudah rusak oleh minyak berlebih," ungkap Trotter. 

Sebagai aturan umum, bersihkan perlengkapan ini dengan cepat setiap hari saat Anda selesai mencuci piring.

"Jika tidak, Anda mungkin menemukan lemari Anda dengan minyak yang telah meresap ke lapisan akhir dan ketika Anda mencoba untuk menghilangkan minyaknya, lapisannya juga akan terlepas," Trotter mengingatkan. 

Baca juga: Trik Menata Dapur Kecil agar Selalu Rapi

2. Lantai

Lantai dapur Anda adalah permukaan lain yang banyak terkena tumpahan terkait memasak dan  belum lagi remah-remah yang jatuh, debu, dan noda sisa makanan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau