Penulis
Apabila lahan yang ditanami merupakan daerah endemi, pemberian nematisida dapat diberikan bersamaan dengan pemupukan.
Tanaman cabai milik Tulus, salah satu petani di Purworejo yang mengalami gagal panen yang sedang terserang penyakit patek dan Layu Fusarium Gejala penyakit antraknosa adalah kulit buah cabai akan tampak mengilap, selanjutnya akan timbul bercak hitam yang kemudian meluas dan akhirnya membusuk.
Baca juga: 5 Tips Menanam Cabai di Dalam Ruangan
Untuk pengendalian, semprot dengan fungisida Kocide 54 WDG dengan konsentrasi 1 sampai 2 gram per liter air, bergantian dengan fungisida Victory 80wp dengan konsentrasi 1 hingga 2 gram per liter air.
Gejala penyakit ini adalah bagian tanaman yang terserang terdapat bercak cokelat kehitaman dan lama kelamaan membusuk. Penyakit ini dapat menyerang tanaman cabai pada bagian daun, batang maupun buah.
Pengendaliannya adalah dengan menyemprot fungisida Kocide 77 wp dengan dosis 1,5 hingga 3 kg per hektare, bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentarsi 2 sampai 4 gram per liter dicampur dengan fungisida sistemik Starmyl 25 wp dengan dosis 0,8 hingga 1 gram per liter.
Penyakit ini biasanya menyerang tanaman saat di persemaian. Penyebab penyakit ini adalah jamur Phytium sp.
Baca juga: 5 Cara Mencegah dan Mengatasi Virus Mosaik pada Tanaman Cabai
Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan perlakuan benih dengan Saromyl 35SD dan menyemprot fungisida sistemik Starmyl 25WP saat dipersemaian dan saat pindah tanam dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 gram per liter.