Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 23 November 2021, 19:24 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanah pot terdiri atas berbagai bahan yang dapat mendorong pertumbuhan tanaman yang sehat seperti lumut gambut, lumut sphagnum atau kulit tanah, serta mineral seperti perlit atau vermikulit.

Beberapa jenis tanah pot mengandung kompos, sementara yang lain mengandung pupuk lepas lambat. 

Baca juga: Apa Itu Tanah Diatom dan Manfaatnya untuk Tanaman?

Melansir dari Home Guides SG Gate, Selasa (23/11/2021), tanah pot yang segar dan berkualitas tinggi memiliki harga lebih mahal serta sering digunakan atau ditambahkan ke tumpukan kompos setelah satu tahun.

Namun, ada cara efektif memperpanjang umur tanah dalam pot seperti berikut ini.  

Baca juga: 5 Tanaman Hias yang Tumbuh Subur dengan Media Tanah Liat 

Buang tanaman mati, akar, dan sisa tanaman

Buang tanaman mati, akar, dan sisa tanaman lainnya dari pot. Buang campuran pot ke dalam ember

Buat wadah baru

Buat beberapa lubang kecil di dasar ember atau wadah plastik menggunakan paku atau bor. Letakkan campuran pot ke dalam ember dengan lubang pembuangan.  

Baca juga: 5 Cara Membuat Tanah Tanaman Lebih Sehat dan Subur

Isi wadah dengan air

Isi ember dengan air, lalu biarkan mengalir. Ulangi cara ini untuk kedua kalinya. Setelah itu, membanjiri tanah pot serta melarutkan garam dan mineral yang tertinggal dengan penyiraman dan pemupukan berulang-ulang. 

Angkat dan letakkan tanah di atas terpal plastik

Sebarkan tanah pot di atas terpal plastik. Letakkan terpal di tempat yang terkena sinar matahari dan biarkan sampai tanah benar-benar kering. Aduk tanah sesekali agar mengering secara merata.  

Baca juga: 8 Tanaman Hias yang Bisa Tumbuh Tanpa Tanah

Campur tanah dengan kompos

Campur tanah pot kering dengan jumlah kompos yang sama. Anda dapat membeli kompos dalam kantong di pusat taman.

Jika menggunakan kompos sendiri, saringlah melalui saringan berukuran setengah inci untuk menghilangkan gulma dan kotoran lainnya.  

Baca juga: Hati-hati, Tanah Pot Beracun untuk Kucing

Uji pH tanah

Uji pH tanah pot menggunakan kit pengujian dibeli di toko yang menjual perlengkapan taman.

Perlu diketahui, sering kali pH tanah pot menjadi rendah atau asam. Jika demikian, tambahkan batu kapur pertanian dolomit yang tersedia di pusat-pusat taman serta uji tanah kira-kira 6,8.  

Baca juga: Tanaman Dalam Ruangan yang Tak Membutuhkan Tanah untuk Tumbuh

Campur dengan pupuk

Campur tanah dengan pupuk lepas lambat dengan rasio NPK seperti 10-10-10 atau 12-12-12. Gunakan sekitar setangah cangkir untuk setiap 18 liter tanah pot.

Rasio NPK mencerminkan nutrisi yang tersedia di tanah (nitrogen, fosfor, dan kalium). 

Baca juga: Cara Menyesuaikan pH Tanah dengan Cuka dan Baking Soda

Simpan tanah pot

Campur setiap campur sampai sedikit lembap. Simpan tanah pot yang diisi ulang dalam wadah seperti kotak kardus, tempat sampah bersih, atau wadah plastik.

Beri label wadah dengan spidol yang tidak dapat dihapus serta biarkan tanah pot selama dua minggu sebelum digunakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau