Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Tips Merawat Tanaman Keladi di Luar Ruangan Saat Musim Hujan

Kompas.com, 24 November 2021, 17:30 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Di sebagian wilayah Indonesia, sudah memasuki musim penghujan. Meski begitu, menurut BMKG musim hujan di Indonesia secara merata akan mulai terjadi pada bulan Desember 2021 hingga Februari 2022.

Nah, salah satu tanaman yang tidak tahan dengan kelembapan tinggi atau curah hujan lebat ialah tanaman keladi atau caladium.

Sebab, kelembapan tinggi dapat berpengaruh terhadap daya tahan tanaman sehingga memicu timbulnya penyakit.

Tentu hal ini tak ingin menimpa tanaman keladi Anda, bukan? Melansir dari akun Instagram @diva_mariskatarastin pada Rabu (24/11/2021) berikut ini tips merawat tanaman keladi outdoor saat musim hujan.

Baca juga: Teknik Menyiram Tanaman Keladi agar Tumbuh Subur dan Lebat

Pastikan drainase dalam cukup

Pertama, pastikan media poros dan pot memiliki lubang drainas yang baik agar ait hujan tidak tertahan di dalam tanah dan menggenangi akar tanaman. Anda bisa menggunakan media sekam karena sifatnya poros dan tidak mengikat air.

Semprotkan fungsida dan bakterisida

Ketika cuaca cerah, semprotkan fungisida atau bakterisida seminggu sekali dan tambahkan insektisida sebulan sekali. Gunakan metode semprot menggunakan botol spray agar lebih merata.

Baca juga: Perbedaan Meletakkan Tanaman Keladi di Bawah Matahari dan Naungan

Vitamin B1

Selanjunya, semprotkan vitamin B1 seminggu sekali untuk membantu proses metabolisme tanaman saat cuaca cerah. Sehingga tumbuh sehat dan subur.

Kurangi penggunaan pupuk

Sebaiknya, kurangi penggunaan pupuk karena tidak akan terserap maksimal dalam kelembapan tinggi. Cukup gunakan pupuk slow release seperti osmocote.

Baca juga: 3 Penyebab Daun Keladi Hias Menguning dan Terbakar

Jangan gunakan tatakan berisi air

Apabula media tanam masih lembab atau basah, sebaiknya jangan gunakan tatakan piring berisi air di bawah pot untuk menghindari overwatering. Jika media sudah mulai mengering, baru isi lagi air dalam tatakan.

Spray dengan air bersih setelah hujan

Menurut beberapa plant influencer, hujan deras tidak terlalu berbahaya bagi tanaman. Tetapi hujan gerimis/hujan yang hanya sebentar justru bersifat asam.

Sehingga jika daun terkena percikan air hujan, sebaiknya langsung kita spray dengan air bersih.

Baca juga: Penyebab Daun Keladi Keriting dan Cara Mengatasinya

Cek secara rutin

Setiap hari cek dengan teliti apakah ada daun atau akar yang terserang jamur atau bakteri.

 
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau