Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 14 Desember 2021, 12:12 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Mesin pencuci piring atau dishwasher merupakan peralatan elektronik dapur yang dibutuhkan banyak pemilik rumah.

Mesin pencuci piring sangat membantu pekerjaan mencuci piring menjadi lebih praktis dan cepat serta hasilnya lebih bersih dibanding menggunakan tangan. 

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Mencuci Piring di Mesin Pencuci Piring

Selain itu, mesin pencuci piring memiliki harga yang cukup terjangkau serta mudah dipasang sehingga sering kali dipasang di rumah baru atau ditambahkan ke rumah lama.

Namun, sama dengan peralatan elektronik lainnya, mesin pencuci piring juga mengalami masalah, salah satunya sering mengalami sumbatan. 

Melansir dari Today's Homeowner, Selasa (14/12/2021), berikut tanda-tanda mesin pencuci piring tersumbat. 

Baca juga: 10 Fakta Menarik Mesin Pencuci Piring, Sudah Tahu?  

Mengeluarkan bau

Ilustrasi mesin pencuci piring atau dishwasher. SHUTTERSTOCK/NEW AFRICA Ilustrasi mesin pencuci piring atau dishwasher.
Mesin pencuci piring yang mengeluarkan bau tidak sedap saat membuka pintunya bisa menunjukkan bahwa sistem pipa tersumbat oleh remah-remah, minyak, dan kotoran.

Awalnya, bau muncul sedikit, tetapi secara bertahap akan memburuk seiring waktu, bahkan bisa menyebar ke seluruh ruangan di rumah. 

Baca juga: Perlukah Membilas Piring Kotor Sebelum Dicuci di Mesin Pencuci Piring?

Membuat suara tidak biasa

Saat menjalankan mesin pencuci piring, Anda mungkin mendengar suara yang tidak biasa seperti gerinda, pembilasan yang terus-menerus, atau tergagap.

Panggil jasa perbaikan untuk melacak sumber suara yang tidak biasa. Hal ini mungkin disebabkan sebuah sendok garpu atau sepotong makanan tersangkut di saluran pembuangan. 

Namun, apabila selang atau saluran air tersumbat, Anda memerlukan bantuan ahli untuk memperbaiki masalah tersebut. 

Baca juga: Stop Mencuci Pisau di Mesin Pencuci Piring, Ini Bahayanya 

Mesin pencuci piring beroperasi tidak teratur

Ilustrasi mesin pencuci piring atau dishwasher.SHUTTERSTOCK/ANDREY_POPOV Ilustrasi mesin pencuci piring atau dishwasher.
Mesin pencuci piring yang tiba-tiba berhenti dan memulai, mengakhiri siklus terlalu cepat, atau berjalan terlalu lama mungkin mengalami sumbatan. 

Menyewa jasa profesional untuk membuka sumbatan pipa yang terhubung ke mesin pencuci piring adalah cara paling efisien dan menghemat waktu untuk mengatasi komplikasi tersebut. 

Baca juga: 7 Manfaat Mesin Pencuci Piring Selain Membersihkan Peralatan Makan 

Tidak membersihkan piring 

Jika mesin pencuci piring berjalan melalui siklus reguler, tetapi piring masih kotor atau bernoda, itu akan memaksa Anda menjalankannya melalui siklus lain untuk menghilangkan sisa kotoran yang masih menempel pada piring. .

Jika hal ini terjadi, sistem perpipaan bisa tersumbat sebagian. Mencoba memperbaiki mesin pencuci piring sendiri bisa berbahaya dan malah melakukan kesalahan yang dapat mengakibatkan kerusakan lebih banyak. 

Untuk ghemat waktu, stres, bahkan biaya, cobalah menghubungi layanan pipa ledeng profesional untuk memperbaiki mesin pencuci piring. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau