Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketahui Ragam Barang Elektronik yang Mengonsumsi Banyak Energi Listrik

Kompas.com, 20 Desember 2021, 18:12 WIB
Abdul Haris Maulana

Penulis

Microwave

Microwave atau gelombang mikro terdiri dari berbagai jenis, dari yang paling sederhana dan paling dasar hingga yang bertenaga 1.500 watt.

Baca juga: Microwave Tidak Memanaskan Makanan? Ini 3 Penyebabnya

Tentu saja, jika microwave terus aktif digunakan, mereka akan membutuhkan banyak listrik.

Proyektor

Penggunaan proyektor semakin populer di beberapa rumah untuk bisa memiliki bioskop sendiri.

Namun, penggunaan proyektor sehari-hari bisa membutuhkan energi listrik yang cukup besar.

Ilustrasi menggunakan setrika.PEXELS/KAROLINA GRABOWSKA Ilustrasi menggunakan setrika.
Setrika

Setrika menjadi salah satu perangkat elektronik lainnya yang juga menyedot energi listrik cukup banyak.

Ketika ingin menyetrika pakaian, setidaknya kamu membutuhkan daya listrik di atas 300 watt untuk bisa menyalakan setrika.

Baca juga: 5 Cara Membersihkan Setrika agar Tidak Merusak Pakaian

Oleh karena itu, jangan heran apabila listrik di rumahmu sering turun ketika sedang menyetrika pakaian.

Rice cooker

Karena peranannya begitu penting, rice cooker seolah telah menjadi barang elektronik wajib di rumah.

Tapi, kamu perlu tahu kalau alat penanak nasi ini bisa menyedot daya listrik lebih dari 350 watt pada saat memasak nasi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau