Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lemari Pakaian Sering Berantakan? Ini 5 Ide Mengaturnya

Kompas.com, 2 Januari 2022, 08:38 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Merapikan atau membereskan lemari pakaian sepertinya menjadi tugas yang tak pernah selesai. 

Meski telah dibereskan berkali-kali, lemari pakaian masih saja berantakan. Hal ini pun tak jarang membuat kesal, bahkan stres, serta menghabiskan begitu banyak waktu untuk merapikan lemari pakaian

Baca juga: Simak, Cara Menghilangkan Bau Kapur Barus pada Lemari Pakaian

Belum lagi, ketika memilih pakaian untuk dikenakan, Anda menghabiskan berjam-jam untuk memilah-milah pakaian. Demi menghemat waktu dan menghindari stres, perlu mengatur lemari pakaian dengan baik.

Melansir dari Real Estate, Minggu (2/1/2022), berikut lima ide mengatur lemari pakaian. 

Baca juga: 7 Tips Memaksimalkan Setiap Ruang pada Lemari Pakaian  

Bersiaplah pada malam sebelumnya

Ilustrasi lemari pakaian. FREEPIK/LOOKSTUDIO Ilustrasi lemari pakaian.
Ketika pagi hari, kebanyakan dari kita sering kali direpotkan memilih pakaian. Untuk menghemat waktu pada pagi hari dan memulai hari dengan baik, putuskan pakaian yang akan dikenakan pada malam sebelumnya.

Ini akan membantu Anda memudahkan pencarian serta tetap teratur seterusnya. 

Atur pakaian menjadi tema

Kecil kemungkinan Anda mengenakan pakaian bermotif polka dot itu untuk bekerja dan hanya mengenakan gaun pesta pada akhir pekan untuk makan siang.

Jadi, salah satu cara terbaik mengatur lemari pakaian adalah mengatur pakaian berdasarkan tema seperti pakaian kerja, pakaian pesta, santai, formal, musim dingin dan musim panas, serta pakaian di rumah

Baca juga: Lemari Pakaian yang Berantakan Buruk Menurut Feng Shui, Kenapa? 

Buat sistem pengatur pakaian

Untuk menghemat waktu setiap kali melihat ke dalam lemari pakaian, siapkan sistem pengorganisasian sehingga semuanya terlihat dan dapat dijangkau tanpa harus mengeluarkan semua pakaian  untuk mengakses sesuatu.

Pakar decluttering, Peter Walsh, merekomendasikan salah satu cara terbaik mengatur lemari kecil dengan banyak pakaian adalah menggunakan tab dari kaleng minuman ringan untuk melipatgandakan jumlah pakaian yang dapat digantung di lemari. 

"Cukup putar tab aluminium dari kaleng minuman ringan favorit Anda. Bawa koleksi Anda ke lemari dan selipkan salah satu ujungnya ke gantungan baju. Selipkan ujung yang lain di atas gantungan lain juga dan sekarang Anda benar-benar telah menggandakan jumlah gantung yang dapat dimiliki di lemari," katanya. 

Baca juga: 5 Tips Membuat Lemari Pakaian Kembali Baru dan Menarik 

Sumbangkan pakaian 

Ilustrasi merapikan lemari pakaian. PIXABAY/MORITZ320 Ilustrasi merapikan lemari pakaian.
Sudah dikatakan berulang kali, tetapi paling tidak dalam hal pengaturan lemari pakaian, pastikan Anda secara berkala menyingkirkan dan menyumbangkan pakaian yang sudah tidak lagi dikenakan.  

Hal ini tentu saja membuat lemari pakaian bebas dari kekacauan, tetap rapi, serta memudahkan Anda mencari pakaian saat ingin dikenakan. 

Baca juga: 4 Bahan yang Ampuh Hilangkan Kelembapan dan Bau pada Lemari Pakaian

Masukkan pakaian ke keranjang cucian setelah digunakan 

Ketika Anda pulang setiap malam, segera gantung kembali pakaian yang dikenakan hari itu atau memasukkannya ke keranjang cucian.

Membiarkan pakaian menumpuk di kamar tidur selama seminggu, organisasi lemari pakaian Anda pasti akan sangat berantakan dan membuat Anda merasa seolah-olah tidak pernah bisa mengatasinya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau