Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ternyata Kucing Bisa Cemburu, Ini Penyebab, Tanda, dan Mengatasinya

Kompas.com, 18 Januari 2022, 21:52 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Pet MD

JAKARTA, KOMPAS.com – Sama dengan manusia, kucing juga bisa mengalami rasa cemburu jika melihat pemiliknya bermain dengan orang atau hewan peliharaan lain.

Sebagai pemilik kucing, kamu mungkin merasakan rasa hal ini. Sahabat bulu bisa tiba-tiba mendadak cemberut dan menatapmu dengan sinis.

Baca juga: 13 Fakta Menarik Kucing Tuksedo, Bisa Berenang dan Dianggap Bawa Hoki

Melansir dari Pet MD, Sandra C. Mitchell, Selasa (18/1/2022), kecemburuan pada manusia dapat diaertikan sebagai perasaan atau pikiran tidak aman, ketakuan, dan kekhawatiran atas kurangnya kepemilikan atau keamanan.

Namun, kecemburuan pada kucing dapat muncul sebagai agresi atau penyerangan. Kucing akan menunjukkan agresi pada kucing lain yang mengancam keamanan mereka, terlebih jika status atau wilayahnya terganggu.

Seringnya, agresi muncul saat kucing merasa bahwa lingkungannya berada di luar kendalinya. 

Baca juga: Ternyata Anjing Bisa Cemburu, Ini Tanda dan Cara Mengatasinya

Kenapa kucing merasa cemburu?

Ilustrasi kucing. PIXABAY/MERMAIDTOON Ilustrasi kucing.
Orang-orang atau hewan peliharaan baru di rumah—seperti bayi atau pasangan baru, tamu, serta anjing atau anak anjing baru—dapat membuat kucing merasa cemburu dengan dua cara.

Kucing bisa merasa cemburu karena beberapa alasan yang berkaitan dengan perasaan tidak aman. Perasaan ini muncul saat ada perubahan besar di dalam rumah atau mereka tidak merasa memegang kendali akan lingkungannya. 

Pertama, kucing merasa stres karena memiliki lebih sedikit sumber daya lantaran pendatang baru akan mengambilnya.

Baca juga: Trik Mencegah Kucing Peliharaan Membawa Bangkai Hasil Buruan ke Rumah

Kedua, kucing merasa tidak aman akan tempat mereka di rumah dan jumlah perhatian yang akan didapat.

Banyak kucing akan memiliki “wilayah” tersendiri dan mungkin memilih-milih tentang siapa saja yang bisa memasukinya.

Jika hewan peliharaan lain—termasuk kucing—atau tamu manusia memasuki area tersebut, kucing akan menjadi stres dan menyerang penyusup. Kucing akan mencoba mengusir penyusup tersebut dan memulihkan keamanannya.

Baca juga: 6 Tips Aman Mengajak Kucing Berjalan-jalan dengan Mobil

Kucing cemburu dengan kucing lain?

Anda bisa menaburkan merica atau menanam lavender untuk menjauhkan kucing dari tanaman kesayangan.Unsplash/Chen Jian Anda bisa menaburkan merica atau menanam lavender untuk menjauhkan kucing dari tanaman kesayangan.

Kecemburuan akan kehadiran kucing lain sangat umum. Semua kucing memiliki kepribadian berbeda. Beberapa kucing merasa tidak aman dan lebih mudah untuk menunjukkan kecemburuan dari kucing lain.

Jadi, penting memperhatikan kucing peliharaan dan mengamati isyarat dan pemicunya.

Agresi antarkucing dapat terjadi

Dalam beberapa kasus, agresi antarkucing dapat terjadi dan tentu kamu pernah melihatnya. Hal ini disebabkan dua kucing yang merasa stres akrena harus hidup bedekatan satu sama lain.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau