Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 20 Januari 2022, 21:17 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar mandi bisa dibilang menjadi ruangan yang paling banyak menanggung atau memiliki kesulitan dibanding semua ruangan di rumah. 

Misalnya, kamar mandi mengalami berbagai perubahan suhu dan kelembapan berlebih. Kelembapan ini akhirnya menyebabkan jamur rentan berkembang biak serta membuat kamar mandi mudah berbau. 

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Kamar Mandi Putih Digemari dan Cara Mendekorasinya

Bila permasalahan ini tidak segera diatasi, bukan tak mungkin kamar mandi akan mengalami kerusakan, yang akhirnya memerlukan renovasi dengan biaya cukup besar.

Demi mencegahnya, berikut sembilan tips meminimalkan kelembapan kamar mandi yang dapat menghemat biaya renovasi dikutip dari Real Estate, Kamis (20/1/2022).  

Baca juga: 3 Cara Membersihkan Nat Keramik Kamar Mandi yang Berjamur

Pilih lantai kamar mandi yang tahan lama

Ilustrasi kamar mandiUnsplash/Steven Ungermann Ilustrasi kamar mandi
Kamar mandi penuh dengan kelembapan dan uap sehingga penting untuk memilih lantai yang tahan lama seperti ubin, vinil, atau laminasi.

Lantai kayu keras mungkin juga cocok di kamar mandi, tetapi harus dirawat dan dipasang dengan benar oleh seorang profesional.

Penting juga menjaga segala jenis lantai dalam keadaan kering. Jadi, hindari meninggalkan handuk basah dan keset kamar mandi di lantai untuk waktu lama. 

Baca juga: Konsep Kamar Mandi Terbuka Bakal Populer, Apa Saja Keuntungannya? 

Jangan pernah meremehkan pentingnya ventilasi

Jika kamar mandi memiliki jendela, bukalah sesering mungkin. Apabila tidak, gunakan kipas angin atau exhaust fan

Sangat penting menyingkirkan udara kamar mandi yang lembap secara teratur untuk mencegah kerusakan akibat uap dan pertumbuhan jamur.

Exhaust fan perlu dibuang ke luar kamar mandi, tidak hanya ke dalam rongga atap karena dapat menyebabkan kerusakan pada plafon. 

Baca juga: Ingin Menempatkan Exhaust Fan Kamar Mandi? Perhatikan 3 Hal Ini 

Lihat bagian bawah wastafel 

Ilustrasi kamar mandiUnsplash/SCREEN POST Ilustrasi kamar mandi

Kesalahan umum yang dilakukan banyak pemilik dan penyewa rumah adalah tidak melihat ke bawah wastafel. Jika rutin memeriksa bagian bawah wastafel, Anda dapat menghindari perbaikan mahal dengan mengidentifikasi kebocoran sebelum menyebabkan kerusakan permanen.

Ini juga memberi kesempatan memecahkan masalah area pada pipa ledeng. Jika Anda memeriksa bagia bawah wastafel dan ada menemukan sesuatu yang tidak beres, hubungi tukang ledeng dan minta mereka memeriksanya.

Menggunakan jasa tukang ledeng bisa memakan biaya mahal, tapi tukang ledeng pencegahan jauh lebih hemat biaya daripada tukang ledeng perbaikan kerusakan. 

Baca juga: 6 Cara Membuat Kamar Mandi Kecil Terlihat Lebih Besar 

Periksa kebocoran secara teratur

Jika melihat kebocoran di sekitar pipa atau perlengkapan, segera memperbaikinya. Membiarkan kebocoran di kamar mandi dapat menyebabkan masalah kelembapan yang lebih parah dan akumulasi jamur pada area tersembunyi di balik dinding, di bawah ubin, dan retakan lantai.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau