Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab Kucing Takut Air dan Cara Tepat Memandikannya

Kompas.com, 6 Februari 2022, 14:10 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kucing, beberapa langkah grooming perlu dilakukan salah satunya ialah memandikannya.

Kamu pasti sudah sangat sering melihat kucing yang melompat atau mengeluarkan suara lolongan saat sedang dimandikan.

Beberapa orang mempercayai jika ini karena kucing sangat membenci air dan tidak merasa nyaman saat dimandikan.

Baca juga: Alasan Kucing Suka Tidur di Tempat yang Tinggi

Melansir dari Be Chewy, Minggu (6/2/2022), tak hanya benci kamar mandi kucing juga menghindari area yang berhubungan dengan air seperti laut, kolam renang dan kolam ikan.

Berikut ini adalah beberapa teori yang menjelaskan alasan mengapa kucing dikenal sebagai hewan yang takut dengan air dan cara memandikannya secara aman.

Baca juga: Punya Kucing Penakut? Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Berani

Mengapa kucing takut air?

Ilustrasi kucing mandiUNSPLASH/Dan Wayman Ilustrasi kucing mandi

Menurut Jennifer Manivet, DVM, seorang staff dokter di asuransi hewan Petplan, meskipun kucing terlihat seperti takut dengan air, sebenarnya ini tergantung pada preferensi pribadi dan merupakan stereotype yang sudah banyak orang yakini.

Jennifer menganggap tidak semua kucing takut dengan air, ada beberapa kucing yang suka bermain air di kamar mandi atau wastafel, namun ada pula yang hanya mencoba mencelupkan kakinya saja.

Teori lain dari Dr. Maniet menyebutkan jika pemahaman kucing tidak menyukai air ada karena menyamakan kucing dengan sifat manusia yang takut dengan hal yang tidak mereka ketahui sebelumnya.

Baca juga: Kucing Suka Makan Kertas? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lagipula kucing juga memiliki sifat unik yaitu mandi dengan hanya menjilati tubuhnya. Sebagai makhluk yang terbiasa mandi tanpa menggunakan air, tentu untuk pengalaman pertama mandi air cukup menakutkan.

Selain itu kejadian traumatis di masa lalu juga dapat mempengaruhi hubungan kucing dengan air. Jika kucing pernah dipaksa untuk mandi atau pernah disiram sebagai hukuman, ia mungkin merasa air adalah ancaman.

Baca juga: Jangan Pernah Menarik Ekor Kucing, Ini Bahayanya

Tips memandikan kucing dengan aman dan tenang

Ilustrasi kucing mandiUNSPLASH/Dev Asangbam Ilustrasi kucing mandi

Menurut Dr. Maniet, kamu perlu membiarkan kucing mendapatkan interaksi positif dengan air untuk membangun kembali kepercayaan kucing. Beberapa cara yang bisa kamu coba agar kucing lebih tenang saat mandi adalah:

- Membiarkan ia berada dikamar mandi sebelum dimandikan agar ia menjadi terbiasa dengan ruangan itu. Kamu bisa melakukan hal ini seminggu sebelum kucing dimandikan.

- Meletakkan beberapa mainannya di area mandi dan biarkan ia bermain terlebih dahulu agar lebih rileks

Baca juga: 5 Tips Mengatasi Kucing yang Ketakutan Menjadi Percaya Diri

- hindari memegang kucing dengan keras, ini akan membuat kucing ketakutan, melompat bahkan mencakar

- gunakan sarung tangan dan baju lengan panjang untuk mencegah terjadinya cedera jika kucing menjadi agresif

- gunakan sampo khusus kucing yang tidak pedih, tisu basah untuk memandikannya atau sampo tanpa bilas untuk membuat kulitnya tetap lembab dan bersih tanpa harus terkena air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau