Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Tunggu Ambruk, Ini 6 Tanda Perlu Mengganti Atap Rumah Segera

Kompas.com, 20 Februari 2022, 09:45 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Hunker

JAKARTA, KOMPAS.com - Atap adalah bagian atas sebuah bangunan atau rumah yang berfungsi melindungi rumah dari berbagai paparan seperti panas, hujan, angin, kotoran, serta benda asing. 

Tak heran, hal ini membuat atap rumah kerap mengalami masalah kebocoran. Selain kebocoran, sebetulnya ada beberapa tanda masalah yang lebih halus yang dialami atap rumah. Bahkan tanda-tanda ini bisa menjadi peringatan bagi Anda untuk segera mengganti atap rumah.

Dilansir Hunker, Minggu (20/2/2022), berikut enam tanda sudah saatnya perlu mengganti atap rumah. 

Baca juga: 5 Tips Mencegah Pertumbuhan Lumut dan Jamur pada Atap Rumah 

Atap rumah sudah tua 

Ilustrasi atap rumah. PIXABAY/GLADY Ilustrasi atap rumah.
Umur rata-rata atap atau genteng sirap aspal adalah 20-25 tahun, tetapi sirap arsitektur dapat memperpanjang umur atap hingga antara 25-30 tahun.

Bila dirawat dengan benar, sirap goyang kayu juga akan bertahan sekitar 30 tahun. Atap logam memiliki umur 50-70 tahun dan genteng tanah liat memiliki umur 50 tahun atau lebih.

Apa pun jenis atap yang digunakan, masa pakainya akan berakhir pada titik tertentu dan akan tiba saatnya untuk mengganti atap.

Meski ada beberapa teknik perbaikan atap yang dapat dicoba — seperti menambal atap aspal lama — masalah lain mungkin muncul jika atap sudah berusia lebih 20 tahun. 

Baca juga: Atap Rumah Berlumut dan Berjamur? Ini Penyebabnya

Dapat melihat matahari 

Jika naik ke loteng untuk mengambil sesuatu yang disimpan di sana dan melihat sinar matahari mengintip melalui langit-langit, inilah saatnya untuk mengganti atap baru. 

Apabila celah di atap cukup besar untuk membiarkan cahaya masuk, itu juga cukup besar untuk membiarkan air masuk. Bahkan, jika belum mengalami kebocoran atap, inilah saatnya untuk bertindak sekarang. 

Baca juga: 7 Alasan Panel Surya Dipasang di Atap Rumah

Atap rumah melorot dan kendur 

Masalah lain yang dialami atap rumah adalah melorot atau kendur. Jika melihat atap rumah melorot atau kendur, itu pertanda bahwa integritas struktural atap terganggu.

Dalam hal ini, Anda memerlukan atap baru dan perlu mengganti struktur pendukung di bawahnya. 

Selain itu, plafon rumah juga tidak boleh melorot. Jika plafon mulai terkulai, kemungkinan Anda mengalami kebocoran di beberapa titik, bahkan genangan air di atas plafon. 

Akhirnya, berat air akan memaksa plafon untuk memberi jalan, membuat kekacauan besar, dan melukai siapa pun yang berada di bawahnya. 

Baca juga: Tips Merawat Atap Rumah agar Tetap Baik dan Tahan Lama 

Ada cat yang terkelupas

Ilustrasi atap rumah. PIXABAY/DIDGEMAN Ilustrasi atap rumah.

Ada beberapa atap rumah yang dicat untuk membuatnya terlihat estetika dan melindungi dari elemen. Namun, cat yang terkelupas, retak, dan memudar hanya memberikan sedikit perlindungan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau