Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah Penyakit, Jangan Lupa Menutup Kloset Duduk Saat Menyiram

Kompas.com, 25 Februari 2022, 19:51 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Sudah menjadi rahasia umum, kloset duduk merupakan salah satu benda di kamar mandi yang sering bersentuhan dengan kotoran manusia. 

Untuk itu, perlu membersihkan kloset secara rutin dan menyeluruh Kamu perlu menggosok bagian luar kloset, lalu membersihkan tangki air dan mangkuk toilet.

Baca juga: Bahaya Tidak Menutup Kloset Duduk Saat Menyiram

Ketika sedang membersihkan mangkuk toilet, tentunya kamu akan menyiram sisa-sisa produk pembersih dan kotoran yang tersisa sebelum kembali menggunakannya.

Namun, seperti disadur Family Handyman, Jumat (25/2/2022), sebelum menyiram kloset duduk, kamu harus menutup tutupnya selama proses penyiraman (flush).

Ilustrasi kamar mandi kecilUnsplash/Sidekix Media Ilustrasi kamar mandi kecil
Sebuah studi dari American Journal of Infection Control mengungkapkan bahwa tidak menutup kloset duduk saat menyiram dapat menimbulkan berbagai risiko berbahaya. 

Baca juga: Hati-hati, 3 Hewan Ini Bisa Muncul dari Lubang Kloset

Sebab, ada banyak bakteri yang akan tersebar ke seluruh kamar mandi dari proses penyiraman tersebut, terlebih jika kamu belum sempat membersihkan kloset duduk dalam beberapa waktu terakhir.

Ada sesuatu yang terjadi selama penyiraman toilet, yakni percikan aerosol toilet. Jika ada feses atau muntahan dalam toilet, proses penyiraman bisa menghasilkan aerosol yang berpotensi menular dan berdiam diri di kamar mandi selama berjam-jam.

Saat menyiram toilet, sebagian kecil tetesan aerosol dapat mengandung mikroba. Adapun mikroba berasal dari penyakit menular dari apa pun yang berada di dalam mangkuk toilet.

Baca juga: Cara Membersihkan Tangki Kloset Duduk

Muntahan dan feses dapat mengandung konsentrasi patogen yang tinggi seperti Shigella, Salmonella, dan bahkan norovirus.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (20/10/2020), norovirus adalah penyakit yang dapat membuat orang yang terinfeksi mengalami muntah dan diare.

Norovirus dapat menyerang segala usia. Virus ini bisa menyebabkan orang mengeluarkan terlalu banyak cairan. Dengan demikian, mereka dapat mengalami dehidrasi.

Ilustrasi kamar mandi, ubin kamar mandi.SHUTTERSTOCK/NAVINTAR Ilustrasi kamar mandi, ubin kamar mandi.

Patogen-patogen ini dapat bertahan hidup pada permukaan kamar mandi selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, jika kamu tidak menutup kloset duduk saat menyiramnya.

Baca juga: Kloset Jongkok Vs Kloset Duduk, Kekurangan dan Kelebihannya

Percikan dari toilet dan penularan penyakit

Studi dari American Journal of Infection Control juga menemukan bahwa percikan aerosol kloset ini memainkan peran penting dalam penularan penyakit menular, yang patogennya terdapat dalam feses atau muntahan.

Untuk itu, setelah membuang kotoran atau membersihkan mangkuk toilet, segera tutup sebelum memulai proses penyiraman, terlebih jika kloset duduk berada di dekat tempat penyimpanan sikat gigi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau